Istri Zakir Naik Menolak Difoto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Ulama asal India, Zakir Naik saat memberi ceramah terbuka di hadapan ribuan masyarakat di kampus UPI, Bandung, Jawa Barat, 2 April 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Aksi Ulama asal India, Zakir Naik saat memberi ceramah terbuka di hadapan ribuan masyarakat di kampus UPI, Bandung, Jawa Barat, 2 April 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ulama dan ilmuwan asal India yang menguasai tentang keislaman dan ilmu perbandingan agama Zakir Naik memberikan kuliah umum di di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin, 3 April 2017. Istri Zakir, Farhat Naik, ikut hadir namun menolak difoto.

    Pembawa acara Dian Azmawati meminta kepada peserta dan awak media untuk tidak mengambil foto Farhat. Alasannya, Farhat tidak ingin difoto.

    Baca juga: Zakir Naik Utamakan Peserta Non-Muslim untuk Bertanya

    Sekitar 15 menit sebelum Zakir memasuki ruangan, Farhat terlihat didampingi dua orang perempuan berjalan dari sisi tepi belakang peserta. Awak media pun memergoki perempuan bertubuh tinggi dan berkerudung warna hijau tua bermotif hitam itu.

    “No!” seru seorang perempuan yang mendampinginya saat ada awak media dan peserta yang akan mengambil gambarnya. Farhat pun duduk menyelinap di deretan bangku tamu VIP.

    Kuliah umum Zakir Malik di UMY merupakan rangkaian dari Visit Indonesian 2017 setelah sebelumnya dari Bandung, Jawa Barat. Kuliah umum dimulai pukul 09.00 dan akan dilanjutkan ke Ponorogo, Jawa Timur.

    Simak pula: Ceramah Zakir Naik di Bandung Uraikan Soal Muslim Palsu

    Di UMY, Zakir memberikan prioritas kepada peserta non-muslim untuk menyampaikan pertanyaan dan pendapat ketimbang peserta muslim. Sejumlah peserta muslim diminta untuk antre setelahnya.

    "Karena Islam adalah agama yang menyebarkan perdamaian tak hanya untuk umat muslim. Tapi untuk seluruh manusia di dunia," kata Zakir.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.