Lagi, 1 Korban Longsor Ponorogo Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat mobil yang tertimbun reruntuhan rumah akibat bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, 1 April 2017. Longsor ini menyebabkan tiga warga luka berat dan puluhan lainnya luka ringan. ANTARA/Siswowidodo

    Warga melihat mobil yang tertimbun reruntuhan rumah akibat bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, 1 April 2017. Longsor ini menyebabkan tiga warga luka berat dan puluhan lainnya luka ringan. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Ponorogo - Sunadi, 47 tahun, korban tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan pada Senin, 3 April 2017. Tubuhnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.30.

    "Jenazah langsung dimakamkan. Sekarang tinggal 25 korban yang belum ketemu," kata bintara teritorial Komando Distrik Militer 0802/Ponorogo, Untung Prasojo.

    Baca juga:26 Korban Tanah Longsor Ponorogo Masih Belum Ditemukan

    Kini, jumlah korban yang telah ditemukan sebanyak tiga. Dua di antaranya dievakuasi pada Ahad, 2 April 2017. Mereka adalah Katemi, 70 tahun, dan Iwan Danang Suwandi, 30 tahun, yang tinggal serumah. Nenek dan cucu ini ditemukan tewas di antara timbunan material bangunan rumah dengan ketebalan sekitar 4 meter.

    Bencana tanah longsor di Desa Banaran terjadi pada Sabtu, 1 April 2017. Selain menelan korban jiwa, peristiwa itu mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Sebanyak 28 rumah penduduk juga rusak berat akibat dihantam tanah longsor dari bukit yang dikenal sebagai Gunung Gedhe. Ketebalan material longsor mencapai 20 meter dengan volume sekitar 80 ribu meter kubik dan panjang 2 kilometer.

    Untuk proses evakuasi, pelaksana tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Sumani, menyatakan diterjunkan delapan unit ekskavator. Petugas dari Basarnas, BPBD, TNI, kepolisian, dan relawan yang jumlahnya lebih dari seribu juga turun ke lokasi. "Kami saling berkoordinasi," ujarnya.

    Sumani menyatakan terdapat sejumlah kendala dalam upaya evakuasi. Salah satunya akses masuk yang sempit dan hanya bisa dilalui satu mobil. Jalan yang menanjak dan berkelok itu sering kali tertutup lantaran tingginya animo warga yang ingin melihat bencana alam tersebut. "Seolah menjadi lokasi wisata baru bagi mereka," tuturnya.

    Untuk mengatasi masalah lalu lintas, sejumlah warga menutup dua titik menuju lokasi bencana. Hal ini dilakukan untuk mengurangi frekuensi kendaraan bermotor yang masuk. Sebagian pengunjung terpaksa berjalan kaki dan mencari tumpangan kendaraan petugas untuk menuju lokasi bencana yang berjarak sekitar 7 kilometer dari jalan utama.

    Berdasarkan pantauan Tempo, selain melihat proses evakuasi dari berbagai jarak, warga yang datang ke lokasi bencana melakukan swafoto dengan latar belakang tanah longsor atau rumah yang rusak akibat diterjang bencana tersebut.

    NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.