2 Hari Setelah Pembunuhan, SMA Taruna Nusantara Adakan Pertemuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SMA Taruna Nusantara. instagram.com

    SMA Taruna Nusantara. instagram.com

    TEMPO.CO, Magelang - Rapat pimpinan yang digelar Sabtu pagi, ditindaklanjuti oleh pimpinan sekolah dengan mengadakan rapat gabungan dengan orangtua siswa di SMA Taruna Nusantara. Pertemuan tersebut dilakukan pada Minggu, 2 April 2017, dimulai sejak pukul 13.00 – 17.00.  Pertemuan tersebut bagian dari merespons peristiwa Jumat lalu.

    Rapat gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Komite SMA Taruna Nusantara, Letjen (Purn) Bambang Darmono. Dihadiri pula oleh Ketua Alumni Sekolah Taruna Nusantara (Ikasetara), Rahmat Kaimudin. Dalam pertemuan tersebut pimpinan sekolah menyampaikan komitmennya untuk membantu kepolisian dalam proses penyelidikan.

    Baca juga:

    SMA Taruna Nusantara Bantah Pelaku Pembunuhan Titipan Jenderal

    Orangtua siswa juga meminta agar pihak sekolah melakukan rehabilitasi psikologis kepada siswa dan siswi yang dalam kondisi trauma sejak peristiwa pembunuhan oleh AMR kepada Kresna yang dilakukan Jumat lalu. Dia tidak menampik terdapat siswa dan siswi yang merasa trauma meski belum dilakukan secara ilmiah.

    Sejak peristiwa tersebut, Cecep Iskandar Wakil Kepala Sekolah yang juga juru bicara SMA Taruna Nusantara pernah mendapati seorang siswa yang tidak bisa tidur. "Takut saja, Pak, ada pembunuh di sekitar sini,” kata Cecep menirukan siswa tersebut, kepada Tempo.

    Baca pula:

    Menteri Muhajir Tanggapi Tewasnya Siswa SMA Taruna Nusantara

    Merespons hal tersebut pihak sekolah berupaya melakukan rehabilitasi psikis dengan mengadakan perbincangan, berdoa, dan beribadah. Rencananya, senin besok pimpinan SMA Taruna Nusantara akan mendatangkan psikiater untuk melakukan tugas dengan tahapan konsultasi, katarsis, kurasi, dan pengobatan. Selain untuk pemulihan psikologis siswa, Cecep berharap dari kegiatan tersebut akan teridentifikasi siswa-siswa yang dianggap seperti AMR. "Karena trauma seseorang berbeda-beda besar kecilnya,” ujarnya.

    Selain itu, orangtua juga mendesak agar anaknya yang mengungsi dari lokasi pembunuhan dapat diberikan kamar agar tidak mengganggu proses belajar. “Sementara ini sudah ada dan emergensi,” katanya.

    BETHRIQ KINDY ARRAZY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.