Rabu, 14 November 2018

Untuk Jalur Mudik, Tol Brebes-Pemalang Baru Kelar 35 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dengan leluasa mengendarai sepeda motornya melintas di jalan bebas hambatan (tol) Pejagan-Pemalang, di Banjar Anyar, Jawa Tengah, 26 Juli 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Warga dengan leluasa mengendarai sepeda motornya melintas di jalan bebas hambatan (tol) Pejagan-Pemalang, di Banjar Anyar, Jawa Tengah, 26 Juli 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Tegal - Jalan Tol Pejagan-Pemalang ditargetkan akan beroperasi pada musim mudik Lebaran tahun ini. Tol sepanjang 37 kilometer tersebut digunakan dengan kondisi sudah dilapisi beton lapis pertama. Hingga kini, progres pembangunan pembangunan tol sesi III (Brebes Timur-Tegal) dan sesi IV (Tegal-Pemalang) baru 35 persen.

    Pimpinan proyek tol Pejagan-Pemalang, Mulya Setiawan, mengungkapkan, saat arus mudik nanti, progres pembangunan ditargetkan mencapai 50 persen. "Saat ini baru 35 persen. Nanti saat mudik 50 persen dengan kondisi jalan sudah ada lantai kerja (beton lapis pertama)," katanya, Ahad, 2 April 2017.

    Mulya menjelaskan, jalan tol Pejagan-Pemalang sesi III dan IV akan dibuat dengan lebar 7 meter dan hanya digunakan satu lajur saat arus mudik dari barat ke timur dan sebaliknya. Jika arus balik, jalan tersebut hanya beroperasi pada siang hari. “Kalau malam belum bisa digunakan karena belum ada penerangan,” ujarnya. Saat ini, kata dia, di beberapa titik sudah dilakukan pengecoran tahap pertama (lapisan dasar).

    Pada 5 kilometer pertama dari Brebes Timur akan dibangun gerbang pintu tol. Gerbang itu sebagai pengganti pintu keluar di Brebes Timur. Bagi pengendara yang ingin meneruskan perjalanan dari tol Cipali ke Pemalang (tidak keluar di Brebes Timur), maka pembayaran bisa dilakukan di gerbang tol tersebut. “Jadi pembayaran itu untuk perjalanan dari tol Cipali ke Brexit. Kalau dari Brexit ke Pemalang, tidak bayar alias gratis,” ujarnya.

    Menurut Mulya, pembangunan tol masih terhambat pembebasan lahan. Misalnya, di Desa Sidakaton, ada satu rumah yang belum dibongkar. Sang pemilik tidak sepakat dengan harga ganti rugi yang diajukan panitia pembebasan lahan. Selain itu, di Kecamatan Balamoa, Kabupaten Tegal, ada satu lahan yang letaknya tepat di tengah tol belum bebas.

    “Dua titik itu yang paling krusial karena berada di tengah tol. Pemilik dua lahan itu juga sedang mengajukan kasasi. Kami juga sedang menunggu keputusan MA (Mahkamah Agung),” ujar Mulya.

    Saat ini, pihaknya sedang mengupayakan alternatif jika sampai musim mudik lebaran nanti belum juga ada keputusan. Misalnya, di Sidakaton, yang masih terhalang rumah mewah, akan dibuat jalan darurat di kanan-kiri rumah tersebut.

    Kendala pembebasan lahan juga terjadi di tol Pemalang-Batang. Menurut rencana, jalur tersebut juga akan digunakan untuk arus mudik Lebaran tahun ini. Pejabat Pembuat Komitmen Tol Pemalang-Batang Usman Muchtarom mengungkapkan, saat ini, lahan yang sudah dibebaskan mencapai 98 persen. “Saat lebaran nanti sudah mencapai 100 persen,” katanya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?