Kasus Fidelis, LGN Minta Pemerintah Tinjau Kebijakan Narkotika  

Reporter

Diskusi LBH Masyarakat mengenai pemanfaatan ganja untuk kepentingan medis dan konferensi pers terkait kasus Fidelis Ari Sudarwoto, di Kantor LBH Masyarakat, Tebet, Jakarta Selatan, 2 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Lingkar Ganja Nusantara (LGN) Dhira Narayana mengatakan kasus Fidelis Ari Sudarwoto, pria asal Sanggau, Kalimantan Barat, yang menggunakan ekstrak ganja untuk mengobati penyakit, bukan yang pertama terjadi.

"Khasiat ganja sebagai pengobatan penyakit mematikan, sudah kami dokumentasikan sejak 2010," ujar Dhira dalam diskusi Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 2 April 2017.

Baca: Alasan Kemanusiaan, LBH Masyarakat Minta Kasus Fidelis Ari Distop

Jika dalam kasus Fidelis, ganja dipakai untuk meringankan syringomyelia, penyakit yang menyerang tulang belakang. Adapun dalam temuan LGN, ganja sempat dipakai untuk diabetes, hepatitis, stroke, epilepsi, dan sebagainya.

Meskipun manfaatnya sempat diindikasi, Dhira menyebut pemakaian ganja dalam medis masih tabu di Indonesia. "LGN berharap pengetahuan khasiat ganja medis menyebar, dan pada akhirnya dapat memberi keteguhan pada pemerintah untuk memulai riset ganja medis pertama di Indonesia."

Selain meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan narkotika, LGN meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau menghentikan proses hukum Fidelis. "Atas dasar kemanusiaan. Kita harus perhatikan kepentingan anak Fidelis," kata dia.

Peneliti narkotika dari LBH Masyarakat, Yohan Misero, pun mendorong hal serupa. Mengacu pada Pasal 109 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), menurut dia, penyidikan bisa dihentikan tergantung pertimbangan penyidik terhadap kasus yang bersangkutan.

"Justru karena kasus ini sarat nilai kemanusiaan. Bila kasus ini diteruskan BNN dapat menampilkan wajah penegakan hukum yang tidak humanis," kata Yohan dalam diskusi yang sama.

Baca juga: Bermanfaat bagi Kesehatan, Kanada Halalkan Ganja 2018

Aturan pidana terkait dengan narkoba, kata Yohan, dibuat untuk menghentikan kekacauan dan akibat negatif ke publik. "Yang dibuat Pak Fidelis ini tak ada kekacauan, dia hanya suami yang berjuang untuk istrinya."

LBH masyarakat pun meminta BNN melirik situasi yang dialami anak Fidelis. "Karena ini soal perlindungan anak juga. Anak Fidelis sekarang sebatang kara karena ayahnya ditahan dan ibunya meninggal akibat tak bisa mengakses obat," tutur Yohan.

Istri Fidelis, Yeni Riawati, 39 tahun, meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah M. Th. Jaman, Sanggau, pada 25 Maret lalu. Yeni yang menderita syringomyelia diberi ekstrak ganja oleh Fidelis sebagai pengobatan. Metode pengobatan itu berhenti seusai penangkapan Fidelis pada Februari 2017.

YOHANES PASKALIS






Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

5 hari lalu

Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

Petugas Rutan Kelas I Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba golongan I jenis sabu dan ganja yang disamarkan menjadi sampah


Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

5 hari lalu

Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

Kepala Rutan Depok belum bisa memastikan paket sabu dan ganja itu hendak diselundupkan masuk ke rutan atau sebaliknya.


Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

11 hari lalu

Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

Polisi India menuduh tikus telah memakan barang bukti berupa 500 kilogram ganja.


Ketika KTT APEC Digelar di Dekat Pusat Penjualan Ganja Bangkok

20 hari lalu

Ketika KTT APEC Digelar di Dekat Pusat Penjualan Ganja Bangkok

KTT APEC di Bangkok pada 16-19 November 2022 digelar di lokasi berdekatan dengan pusat penjualan ganja legal


BNN Jaksel Jamin Layanan Rehabilitasi Narkoba Diberikan Secara Gratis

25 hari lalu

BNN Jaksel Jamin Layanan Rehabilitasi Narkoba Diberikan Secara Gratis

BNN Jakarta Selatan hingga November ini telah memberikan layanan rehabilitasi narkoba kepada 223 oorang secara gratis.


Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan 650 Kilo Ganja dan 4,8 Kilo Sabu Sitaan

27 hari lalu

Polres Metro Jakarta Barat Musnahkan 650 Kilo Ganja dan 4,8 Kilo Sabu Sitaan

Kapolres Metro Jakpus mengatakan pengungkapan kasus peredaran ganja dan sabu ini telah menyelamatkan 1,3 juta jiwa calon pengguna narkoba.


Pemkot Jakarta Selatan Jamin Pengguna Narkoba yang Lapor ke BNN Tidak akan Dipidana

28 hari lalu

Pemkot Jakarta Selatan Jamin Pengguna Narkoba yang Lapor ke BNN Tidak akan Dipidana

BNN Jakarta Selatan akan memberikan rehabilitasi bagi pengguna narkoba secara gratis atau tanpa dipungut biaya.


Polisi Spanyol Menyita 32 Ton Paket Ganja Senilai Rp 997 Miliar

32 hari lalu

Polisi Spanyol Menyita 32 Ton Paket Ganja Senilai Rp 997 Miliar

Kepolisian Spanyol pada Sabtu, 5 November 2022, mengumumkan telah menyita 32 ton paket ganja atau senilai 64 juta euro (Rp 997 miliar)


Pasangan di Kanada Bagikan Permen Ganja ke Anak-anak Saat Halloween

34 hari lalu

Pasangan di Kanada Bagikan Permen Ganja ke Anak-anak Saat Halloween

Sepasang pria dan wanita memberikan permen ganja kepada anak-anak di hari Halloween. Mereka kini ditangkap polisi.


Pengedar Jaringan Jawa-Sumatera Pasok 112 Kilogram Ganja buat Tahun Baru

35 hari lalu

Pengedar Jaringan Jawa-Sumatera Pasok 112 Kilogram Ganja buat Tahun Baru

Sebanyak 112 kilogram ganja asal Sumatera diduga bakal diedarkan ke Jakarta untuk kebutuhan malam tahun baru.