Zikir dan Doa Bersama di Surabaya, NU Ajak Jaga Islam Moderat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dalam pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, 5 September 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dalam pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2015-2020 di Masjid Istiqlal, Jakarta, 5 September 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Surabaya - Acara zikir dan doa bersama yang digelar Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya pada Jumat malam, 31 Maret 2017, dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar NU Kiai Said Aqil Siroj dan Wakil Rais Aam PBNU Kiai Miftahul Akhyar.

    Ketua NU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri mengatakan kedua tokoh penting NU tersebut mengimbau kepada para jemaah untuk tetap menjaga moderasi Islam yang menghargai perbedaan.

    “Beliau mengajak warga NU untuk tetap menjaga Islam yang moderat, yang merangkul semuanya, dan menghargai perbedaan,” kata Muhibbin saat dihubungi Tempo, Sabtu, 1 April 2017.

    Baca: Banser NU Bubarkan Konvoi Hizbut Tahrir Indonesia di Tulungagung

    Muhibbin mengatakan keutuhan bangsa merupakan suatu hal yang harus dipertahankan. Dia menambahkan, kedua tokoh NU tersebut juga mengimbau para jemaah memandang perbedaan sebagai sebuah realitas. Sebabnya, sikap-sikap radikal yang mengarah pada kekerasan, diskriminasi, maupun intimidasi sangat dilarang.

    “Islam itu menyebarkan kedamaian bagi seluruh umat, bukan meniadakan perbedaan terus kemudian mendominasi,” ujar Muhibbin.

    Menurut Muhibbin, dalam pidato mereka lebih menekankan akan hal tersebut. Sebabnya, akhir-akhir ini banyak pihak yang melakukan provokasi atas nama agama. Maka dari itu, para jemaah perlu mendapatkan pengarahan dan penjelasan persoalan tersebut.

    Simak juga: Sebelum Diciduk Kasus Makar, Sekjen FUI Merasa Sudah Dibuntuti

    Saat ini, Muhibbin menambahkan, masyarakat Indonesia sedang dihadapkan pada kecenderungan-kecenderungan ekstrem. Banyak provokator yang mengatasnamakan agama tapi berkecenderungan untuk mengabaikan keragaman dan toleransi.

    Menghadapi situasi tersebut, Kiai Said dan Kiai Miftahul mengimbau kepada seluruh jemaah untuk kembali ke platform dasar NU, yaitu moderat, toleran, dan tasawuf.

    “Hal tersebut dilakukan baik kepada intern umat maupun antarumat,” ujar Muhibbin.

    Acara zikir dan doa bersama yang digelar di Kecamatan Pakal Surabaya Barat tersebut dimulai selepas waktu isya dan selesai pada pukul 00.30 WIB.

    JAYANTARA MAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.