Kasus Diksar Mapala UII, Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peran pengganti tersangka memperagakan adegan kekerasan terhadap peserta pada rekonstruksi Diksar Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) di desa Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (13/3/2017). Sebanyak 55 adegan diperagakan tanpa kehadiran tersangka dalam rekonstruksi dugaan kekerasan saat Diksar Mapala UII yang menewaskan tiga orang peserta Muhammad Fadli, Syaits Asyam dan Ilham Nur Padmy Listia Adi. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/

    Peran pengganti tersangka memperagakan adegan kekerasan terhadap peserta pada rekonstruksi Diksar Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) di desa Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (13/3/2017). Sebanyak 55 adegan diperagakan tanpa kehadiran tersangka dalam rekonstruksi dugaan kekerasan saat Diksar Mapala UII yang menewaskan tiga orang peserta Muhammad Fadli, Syaits Asyam dan Ilham Nur Padmy Listia Adi. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Karanganyar masih terus mendalami kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka dalam kasus tewasnya tiga peserta pendidikan dasar Mapala Universitas Islam Indonesia. Namun, mereka belum bisa memastikan kapan gelar perkara akan dilaksanakan.

    "Hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman," kata Wakapolres Karanganyar Komisaris Prawoko, Sabtu, 1 April 2017. Mereka baru akan melakukan gelar perkara jika bukti-bukti kuat sudah diperoleh.

    Baca: Rekonstruksi Kasus Diksar Mapala UII Digelar Hari Ini

    Hingga saat ini, polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah Angga dan Wahyudi yang merupakan panitia diksar. Dalam kegiatan tersebut, mereka berdua bertugas sebagai pendamping regu V.

    "Saat ini berkas untuk kedua tersangka sudah kami limpahkan kembali ke kejaksaan," katanya. Pada pertengahan Februari lalu, polisi sebenarnya juga telah menyerahkan berkas tersebut ke kejaksaan tapi dikembalikan lantaran masih belum lengkap.

    Polres lantas berupaya melengkapi berkas pemeriksaan, termasuk dengan melakukan rekonstruksi. Kegiatan tersebut dilakukan di salah satu lokasi diksar di lereng Gunung Lawu, pertengahan Maret kemarin.

    Simak: Siswa SMA Taruna Nusantara Tewas, Ada Jejak Darah di Pisau Dapur

    Dalam rekonstruksi tersebut, kedua tersangka terlihat sering melakukan pukulan terhadap peserta diksar. Di beberapa adegan, terlihat pula panitia lain yang melakukan kekerasan serupa.

    "Kami terus berupaya mencari bukti-buktinya," kata Prawoko. Salah satunya adalah hasil visum terhadap 14 peserta diksar yang sempat dirawat di Jogja International Hospital (JIH) setelah mengikuti kegiatan itu.

    Sebelumnya, tiga peserta meninggal setelah mengikuti diksar mapala tersebut. Mereka adalah Muhammad Fadli, 20 tahun, dari Batam; Syaits Asyam (20) dari Sleman; dan Ilham Nurpadmy Listia Adi (20) dari Lombok Timur. Ketiganya adalah mahasiswa UII angkatan 2015.Pemeriksaan di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, menemukan sejumlah luka luar dan dalam pada tubuh almarhum Asyam dan Ilham.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa