Patung Harimau Kodam, Bupati Dedi: Sudah Gagah, Nggak Lucu Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkala hitam dan mengenakan ikat kepala putih, menghadiahkan sebuah patung Harimau Sancang untuk dijadikan pengganti patung

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkala hitam dan mengenakan ikat kepala putih, menghadiahkan sebuah patung Harimau Sancang untuk dijadikan pengganti patung "Harimau Lucu" di markas Koramil Cisewu, Garut, 19 Maret 2017. Humas Pemkab

    TEMPO.CO, Purwakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, meresmikan patung Harimau Gagah sebagai pengganti 'harimau lucu' di markas Koramil 1123 Cisewu, Kabupaten Garut, Jumat malam, 31 Maret 2017.

    "Patung harimau di markas Koramil Cisewu sekarang sudah gagah, nggak lucu lagi," ujar Dedi, saat dihubungi Tempo, Sabtu pagi, 1 April 2017. Patung "Harimau Lucu" tersebut sempat viral di medis sosial sepanjang medio Maret 2017.

    Baca: Renovasi Ratusan Markas Koramil di Jabar, Tak Ada Harimau Lucu  

    Patung Harimau yang menjadi lambang Kodam III / Siliwangi tersebut menjadi viral di media sosial lantaran dianggap memiliki raut muka yang lucu.

    Patung macan di Koramil Cisewu, Garut.

    Dedi kemudian berinisiatif menggantinya dengan menyumbangkan sebuah patung Harimau yang gagah dengan bobot 300 kilogram dengan panjang 4 meter di markas Koramil Cisewu.

    Patung Harimau Siliwangi yang ada di depan markas Kodim 0605 Subang, Jawa Barat, terpaksa dilengserkan karena dinilai tak memenuhi standar, 21 Maret 2017. Tetapi, patung tentara Siliwanginya masih tetap dipertahankan.

    Dedi dalam kapasitasnya sebagai budayawan Sunda, kemudian diajak berdiskusi oleh Pangdam III / Siliwangi, Mayjen TNI M.Herindra, di markas kodam di jalan Aceh Bandung, untuk merombak semua patung Harimau markas Koramil dan Kodim di seluruh jajaran Kodam III / Siliwangi, termasuk mengubah desain arsitektur markas dengan arsitektur khas Sunda Julang Ngapak.

    Baca: Patung Macan Koramil Viral di Internet, Ini Kata Kodam Siliwangi  

    Mengomentari selesainya pergantian patung Harimau Lucu dengan Harimau Gagah, Dedi mengungkapkan  pentingnya keberadaan harimau dalam peradaban masyarakat Sunda. Menurut pria yang sehari-hari selalu mengenakan pakaian khas Sunda itu, harimau merupakan simbol penjaga hutan. Sementara hutan merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Sunda. Sebab dengan kelestarian hutan, ketersediaan air yang menjadi sumber kehidupan menjadi terjamin.

    “Dari hutan yang didalamnya terdapat mata air, lahirlah sungai, dari sungai tersebut lahirlah bendungan, dari bendungan itu, lahirlah peradaban pertanian, perikanan, pariwisata dan sumber kehidupan lain bagi masyarakat Sunda," Dedi menjelaskan.

    Sebab, hakikatnya, kemakmuran orang Sunda itu ditentukan oleh kelestarian hutan. Hutan itu adanya di gunung. "Hutan akan lestari kalau didalamnya ada harimau, karena tidak akan ada manusia yang berani merambah hutan,” tutur Dedi.

    Baca: Tanpa Harimau Lucu, 'Tentara Siliwangi' Berdiri Sendiri di Markas  

    Danramil Komandan Rayon Militer 1123 Cisewu, Kapten (Inf), Nandang Sucahya, mengklaim harimau yang diberikan Dedi menjadi, saat ini, menjadi harimau paling gagah di seluruh jajaran Kodam III Siliwangi.

    "Bahkan, patung harimau yang ada di Markas Kodam Siliwangi III sekali pun, sekarang, kalah gagah oleh patung harimau yang ada di markas Koramil Cisewu," ujar Nandang dengan nada bangga.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.