Petugas Musnahkan 120 Ponsel Sitaan dari LP se-Nusakambangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Cilacap – Sebanyak 120 telepon seluler (ponsel), senjata tajam, gunting, kabel, dan bong yang ditemukan oleh petugas lembaga pemasyarakatan se-Nusakambangan dimusnahkan di Dermaga Sodong.

    Razia oleh petugas LP itu sudah berlangsung sejak Februari sampai Maret  secara acak mulai dari pagi, siang, dan malam. “Minimal seminggu sekali,” ujar Koordinator LP se-Nusakambangan Abdul Aris kepada Tempo, Jumat, 31 Maret 2017.

    Baca: Dua Napi Ini Kendalikan Narkoba dari Penjara

    Sebanyak 120 telepon genggam yang disita itu diperoleh dari razia di LP Cilacap, LP Batu, LP Besi, LP Narkotika, LP Permisan, LP Kembang Kuning, dan LP Pasir Putih. Menurut Aris, dari hasil razia yang dilakukan, dari tiap LP diperoleh rata-rata  20 telepon genggam.

    Aris berujar telepon genggam milik narapidana itu sebagian besar ditemukan petugas  di luar sel. Beberapa diantaranya juga ditemukan di dalam sel, namun disembunyikan di tong sampah.

    Dari keterangan para napi, kata Aris, telepon genggam tersebut digunakan untuk menghubungi keluarga. Napi yang kedapatan menyimpan telepon genggam akan dikenakan sanksi tambahan kurungan sebanyak 6 hari.

    Simak: Persyaratan Bebas Napi Narkoba Akan Dipermudah

    Aris menyebut, telepon genggam yang terkena razia sebagian besar berasal dari napi yang masa tahanannya sudah selesai. Selain itu, telepon genggam diperoleh dari hasil penyelundupan oleh orang-orang terdekat napi ketika  jadwal kunjungan.

    “Mengantisipasi hal itu kembali terjadi akan kami perkuat di pos pemeriksaan Wijayapura dan terus kita lakukan razia secara berkala,” katanya.

    BETHRIQ KINDY ARRAZY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.