Di Blitar, Suami-Istri Gantung Diri di Pohon Melintang Sungai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Mehr News Agency, Hamideh Shafieeha

    AP/Mehr News Agency, Hamideh Shafieeha

    TEMPO.CO, Blitar - Miseno, 42 tahun, dan istrinya Siti Nafiah, 40 tahun, ditemukan tergantung di batang pohon yang melintang di sungai di belakang rumahnya dalam kondisi tidak bernyawa. Posisi keduanya berjarak satu meter.

    Tetangga korban, warga Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melihat leher keduanya terlilit tali tambang yang terikat pada batang pohon. Posisi keduanya berjarak satu meter.

    "Tidak ada yang berani menurunkan," ujar salah satu warga di sana, Jumat, 31 Maret 2017. Warga pun segera melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Sektor Udanawu.

    Polisi yang tiba di lokasi kejadian segera menurunkan jenazah. Tidak ditemukan adanya bekas pergumulan. Keduanya juga mengenakan pakaian santai. Miseno memakai celana pendek dan kaus biru. Sedangkan Siti berpakaian daster hijau.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Ajun Komisaris Heri Sugiono memastikan suami-istri itu meninggal akibat bunuh diri. Ia mengatakan tanda-tanda yang ditemukan seperti umumnya kasus bunuh diri, seperti lidah menjulur dan keluarnya cairan dari organ vital. “Tidak ada tanda penganiayaan, sementara kita simpulkan gantung diri,” kata Heri.

    Jenazah keduanya dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo, Blitar, untuk dilakukan visum. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisinya. Selain itu, polisi masih menyelidiki penyebab kematian mereka.

    Sejumlah tetangga mengaku kerap melihat suami-istri itu bertengkar. Mereka menduga, ada kesalahpahaman di antara mereka, hingga rumor perselingkuhan.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.