Siap Safari Ceramah, Ini Pengakuan Zakir Naik Suka di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr. Zakir Naik, dai asal India, disambut Ketua MPR RI serta melayani pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, 31 Maret 2017. TEMPO/Aghniadi

    Dr. Zakir Naik, dai asal India, disambut Ketua MPR RI serta melayani pertanyaan wartawan di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, 31 Maret 2017. TEMPO/Aghniadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Penceramah terkenal asal India, Zakir Naik, diterima dengan hangat oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan di ruangannya, Jumat, 31 Maret 2017. Zakir akan memulai safari ceramahnya di Indonesia, Ahad ini.

    Datang dengan penampilan sederhana, berpeci putih khasnya dengan setelan jas hitam, Zakir tampak ramah melayani pertanyaan wartawan dan terus menebar senyum. Sebagai dai, Zakir yang terkenal dengan ceramah perbandingan agamanya kerap mengundang perbincangan karena dianggap cenderung radikal dan menyiratkan pemurnian agama.

    "Mudah-mudahan kehadiran Anda dapat memberikan (dukungan) pada Islam yang berkemajuan," ujar Zulkifli dalam sambutannya, "Memang sekarang di Indonesia, diskusi mengenai Islam yang lebih mendalam sedang semarak."

    Baca: Safari Ceramah, Kenapa Zakir Naik Tolak Berdebat Agama di Forum?

    Zakir Naik mengaku senang bisa hadir di Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Ia tak tahu dirinya begitu populer di sini.

    Penceramah tersebut lalu mengungkapkan kekagumannya terhadap muslim di Indonesia. “Fakta bahwa tidak pernah ada pasukan Islam yang masuk Indonesia, melainkan pedagang, bukti bahwa Islam disebarkan dengan cinta dan kesantunan,” ujarnya.

    “Seandainya disatukan, jumlah muslim seluruh dunia bisa mencapai 600 juta jiwa. Alhamdulillah, Indonesia adalah negara yang damai. Saya berdoa kepada Allah agar negara ini makmur,” ucap Zakir seraya tersenyum.

    Simak: Penjagaan Ceramah Zakir Naik Diperketat

    Tercatat 40 ribu orang telah mendaftar untuk menghadiri ceramah Zakir di Bekasi saja. Dengan besarnya animo masyarakat, ia merasa tersanjung.

    "Jujur, saya hanya student of knowledge, tidak pantas menerima sambutan sebesar ini. Saya juga kunjungi negara lain yang bahasa ibunya bukan Inggris. Tapi di negara ini, masya Allah, setiap saya berjalan banyak yang tahu siapa saya. Hanya melalui ikatan Islam banyak yang bisa mengenal saya," ujar Zakir.

    AGHNIADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.