Kasus Ridho Rhoma, Yasonna: Jangan Hanya Artis yang Direhabilitasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridho Rhoma usai menjalani pemeriksaan oleh tim assessment terpadu untuk mengajukan permohonan rehabilitasi di Balai Laboratorium Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, 30 Maret 2017. TEMPO/Larrisa Huda

    Ridho Rhoma usai menjalani pemeriksaan oleh tim assessment terpadu untuk mengajukan permohonan rehabilitasi di Balai Laboratorium Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, 30 Maret 2017. TEMPO/Larrisa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly ditanyai soal peredaran narkoba di kalangan artis. Menurut dia, hal ini adalah fenomena yang sudah ada sejak dulu.

    Artis yang baru-baru ini tertangkap karena diduga memakai narkoba adalah Ridho Rhoma. Keluarganya mengajukan permintaan rehabilitasi untuk Ridho. Menurut Yasonna, rehabilitasi wajar diberikan.

    Baca: Apa Beda Korban dan Pengguna, Ini Kata BNN Soal Ridho Rhoma

    "Kalau dia memang pemakai, undang-undangnya begitu. Tapi jangan hanya dia. Banyak juga di sini yang juga pemakai," kata Yasonna setelah menghadiri acara Apel Siaga “Kami Kerja, PASTI Bersih Melayani” di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta, Jumat pagi, 31 Maret 2017.

    Yasonna menyatakan program rehabilitasi penting. Tapi, jangan hanya karena merupakan artis, pelaku kasus narkoba direhabilitasi. "Orang-orang kecil terus dikirim ke mari (lembaga pemasyarakatan), jadi over kapasitas," ucap Yasonna. Dia berujar, saat ini, LP atau rumah tahanan banyak diisi tahanan kasus narkotik.

    REZKI ALVIONITASARI

    Simak pula: Gelar Zikir dan Doa, NU Surabaya: Tak Ada Kaitan dengan Aksi 313



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.