Depresi, Terdakwa Perdagangan Orang Dialihkan Jadi Tahanan Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi human trafficking. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi human trafficking. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalihkan status penahanan terdakwa perdagangan orang (human trafficking), Diana Aman, menjadi tahanan kota. "Pengalihan status tahanan ini karena yang bersangkutan mengalami depresi," kata juru bicara Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang, Jimy Tanjung, kepada Tempo, Jumat, 31 Maret 2017.

    Diana adalah terdakwa perkara penjualan buruh migran asal Kabupaten Timor Tengah Selatan yang meninggal di Malaysia, Yufrinda Selan. Jenazah Yufrinda dipulangkan dengan tubuh penuh jahitan.

    Baca:
    Kisah Ruminah Terjebak Jaringan Perdagangan Orang di...

    8 Pemuda Korban Perdagangan Manusia, Keluarga Lapor...

    Yufrinda diduga direkrut Martha Kalikula dan diserahkan kepada PT Mangga Dua milik Edu Leneng. Selanjutnya, ia dikirim ke PT Pancamanah Utama milik Diana Aman.

    Dokumen pemberangkatan Yufrinda, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, juga dipalsukan. Namanya diubah menjadi Melinda Sapay. Yufrinda dilaporkan orang tuanya menghilang dari rumahnya pada akhir 2015.

    Baca juga: Penangkapan Sekjen FUI, Ketua MPR RI: Saya Belum Tahu

    Perkara ini disidangkan di Pengadilan Negeri Kupang dengan terdakwa Edu Leneng, bekas polisi, Diana Aman, dan sejumlah kaki tangan dua orang itu.

    YOHANES SEO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.