Gugat Ibu Rp 1,8 M, Anak: Kalau Menang, 50 Persen Dikasih ke Ibu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengugat Handoyo Andianto (kanan) mengikuti sidang ketujuh dengan agenda pembuktian berkas dari kedua pihak di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, 30 Maret 2017. Dalam kasus perdata utang piutang sebesar Rp41,5 juta pada tahun 2001 dengan tergugat Siti Rokayah (85) alias Amih, yang juga ibu kandung istri Penggugat, Yani Suryani, dengan gugatan senilai Rp 1,8 miliar. ANTARA FOTO

    Pengugat Handoyo Andianto (kanan) mengikuti sidang ketujuh dengan agenda pembuktian berkas dari kedua pihak di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, 30 Maret 2017. Dalam kasus perdata utang piutang sebesar Rp41,5 juta pada tahun 2001 dengan tergugat Siti Rokayah (85) alias Amih, yang juga ibu kandung istri Penggugat, Yani Suryani, dengan gugatan senilai Rp 1,8 miliar. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Garut - Penggugat ibu, Handoyo Adianto, 47 tahun menyatakan alasannya menggugat ibu mertuanya, Siti Rokayah, 83, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat.

    Handoyo mengaku bila menang dalam gugatan ini, separuh dari hasilnya akan diberikan kepada mertuanya. "50 persen akan kami dedikasikan buat ibunda tercinta," ujarnya, Kamis 20 Maret 2017. Dia menambahkan akan mengajak Siti Rokayah naik haji dan  jalan-jalan keluar negeri bersama istrinya.

    Baca: Anak Gugat Ibu di Garut, Hakim Sarankan Islah Sebelum Putusan

    Handoyo bersama istrinya Yani Suryani, menggugat ibu kandungnya yang bernama Siti Rokayah sebesar Rp 1,8 miliar. Gugatan ini karena masalah utang Asep Ruhendi anak Siti ke enam kepada Handoyo sebesar Rp 21,5 juta, pada 2001 lalu.

    Siti Rokayah

    Handoyo beralasan dirinya dan Yani--anak kandung menggugat Siti Rokayah karena sayang.  "Paling sayang orang tua, Yani dan saya, kami paling sayang," katanya.

    Baca: Ibu Digugat Anak, Pengakuan Anak yang Lain Ungkap Kebenarannya

    Handoyo berjanji akan memberi konseling penyembuhan trauma healing kepada ibu mertuanya setelah menjalani proses hukum.

    Pernyataan Handoyo itu, tidak begitu ditanggapi hakim. Malah majelis hakim meminta penggugat untuk merenungkan kembali upayanya tersebut. "Saya harap ada perdamaian sebelum terjadi putusan," ujar Majelis Hakim Endratno Rajamai, di ruang Sidang Pengadilan Negeri Garut, Kamis, 30 Maret 2017.

    Baca: Pengakuan Ibu Digugat Anak: Saya Doakan Dia agar Saleh

    Persidangan akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan bukti-bukti dari kedua belah pihak. Alasannya karena pada persidangan kali ini kedua belah pihak belum menyampaikan seluruh buktinya.

    SIGIT ZULMUNIR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.