Busyro dan Abraham Samad Minta KPK Cabut SP-2 Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Abraham Samad bersama dua Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas (kiri) dan Zulkarnain (kanan).  TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Abraham Samad bersama dua Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas (kiri) dan Zulkarnain (kanan). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta- Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas dan Mantan Ketua KPK Abraham Samad meminta komisi antirasuah mencabut surat peringatan kedua  atau SP-2 terhadap penyidik senior Novel Baswedan.

    "Saya selaku alumnus KPK merespons dengan sangat berita di media, bahwa pimpinan KPK sedang mengambil proses untuk meninjau kembali SP2 itu. Tentu saja itu perlu dikonkretkan untuk dicabut," ujar Busyro, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 30 Maret 2017.

    Baca: Buntut SP-2 Novel Baswedan, Internal KPK Memanas? 

    Menurut Busyro, alasan yang sesungguhnya bukan persoalan sikap kritis yang bisa dijadikan dasar untuk mengeluarkan SP2.  Busyro berujar peran Novel sangat dibutuhkan  KPK untuk menangani perkara korupsi.

    Hal senada pun juga disampaikan oleh Abraham Samad. "Kalau bisa SP2 itu dibuat karena kita lihat alasan hukum yang kuat. Jadi mengimbau untuk dikaji ulang. Untuk menurunkan SP2 itu belum memehuhi hukum yang kuat," ujar Abraham Samad.

    Simak: Ini Alasan KPK Masih Memproses SP-2 Novel Baswedan

    Sebelumnya, menurut sumber Tempo, SP-2 tersebut dilatarbelakangi protes Novel terhadap Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman yang meminta pimpinan KPK merekrut penyidik bantuan Kepolisian RI dari kalangan perwira menengah senior dengan pangkat tertinggi komisari besar.

    Padahal, sejak awal tahun lalu, KPK telah meminta Polri menyiapkan penyidik perwira pertama senior dengan pangkat ajun komisaris yang telah bertugas setidaknya dua tahun. Wadah Pegawai menilai perubahan syarat ini tidak sesuai prosedur dan tak transparan.

    GRANDY AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.