Aksi 313, MUI: Lakukan Demo dengan Tertib, Santun, Jangan Ngawur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasannudin AF (kanan), dan Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. MUI menyatakan bahwa Gerakan Fajar Nusantara aliran sesat dan menyesatkan. TEMPO/Amston Probel

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasannudin AF (kanan), dan Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. MUI menyatakan bahwa Gerakan Fajar Nusantara aliran sesat dan menyesatkan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia atau MUI berharap demo yang akan dilakukan pada Jumat ini, 31 Maret 2017, dilaksanakan dengan tertib dan santun. "Saya kira kita tidak perlu demo-demo lagi, sudah terdengar keinginannya, tapi kalaupun demo harus tetap dilakukan, saya mengharap dilakukan dengan tertib dan santun," kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017.

    Ma’ruf meminta demo tidak membawa isu yang melebar ke mana-mana apalagi mengganti pemerintahan. "Itu ngawur, sampaikan saja dengan santun dan tertib. Itu harapan kami," katanya. Menurut dia, Presiden Jokowi tidak memberi pernyataan mengenai rencana demo itu.

    Baca juga:
    Rencana Aksi 313, Menteri Wiranto: Boleh Saja, Asalkan...

    "Tapi Presiden sekarang terus melakukan komunikasi dengan banyak pihak, sehingga insya Allah selesai, saya kira gejolak akan hilang karena beliau selalu komunikasi dengan berbagai kelompok. Presiden istilahnya selalu menyapa semua pihak," kata Ma’ruf Amin.

    Menurut dia, situasi yang kondusif dan keutuhan negara harus dijaga. Sedangkan mengenai agama, Ma’ruf mengatakan pemahaman agama yang radikal bisa menimbulkan masalah kebangsaan.

    Baca pula:
    Aksi 313, Polisi Imbau Warga Luar Jakarta Tak Ikut...

    "Tetapi kalau pemahaman agama yang moderat seperti yang dianut NU, mungkin juga dengan Muhammadiyah, justru agama itu memberikan penguatan terhadap masalah-masalah politik kebangsaan dan kenegaraan," katanya.

    Ma'ruf menyebutkan di NU ada solusi fikih keagamaan untuk menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan. "Itu banyak, misal bagaimana NU menyelesaikan soal Islam dan Pancasila, soal masalah kebangsaan, hubungan muslim dengan nonmuslim," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.