40 Negara Peserta Bonn Challenge Bakal Hadir di Sumsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal melintas di Sungai Musi yang masih tertutup kabut asap, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 4 November 2014. Badan Penangulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan memperpanjang status tanggap darurat yang seharusnya berakhir 31 Oktober menjadi 15 November karena kebakaran lahan dan hutan masih terus terjadi. ANTARA/Rosa Panggabean

    Kapal melintas di Sungai Musi yang masih tertutup kabut asap, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 4 November 2014. Badan Penangulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan memperpanjang status tanggap darurat yang seharusnya berakhir 31 Oktober menjadi 15 November karena kebakaran lahan dan hutan masih terus terjadi. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Palembang -- Sebanyak 40 negara menyatakan akan menghadiri The 1st Asia Bonn Challenge High Level Meeting pada 9-10 Mei mendatang.

    Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ishak Mekki, Kamis, 30 Maret 2017. Menurut Ishak, peserta merupakan pejabat setingkat menteri, ataupun perwakilan negara yang peduli akan lingkungan hidup.

    Berita lain: Badan Restorasi Gambut Anggarkan 4.000 Sumur Bor

    "Dari belahan dunia akan datang untuk merestorasi lanskap hutan yang kritis," kata Ishak. Menurutnya, acara Bonn Challenge ini diselenggarakan untuk berkontribusi terhadap restorasi landskap hutan. Restorasi lanskap hutan yang akan membangun tujuan ganda antara kepentingan sosial dan lingkungan, mitigasi dan perubahan iklim.

    Ishak melanjutkan menambahkan, upaya Pemprov Sumsel menjadikan kawasan di provinsi ini menjadi kawasan green growth terus dikebut. Ini karena Pemprov Sumsel mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran lahan gambut.  Ada 152 desa peduli api, serta ribuan pos penjagaan untuk memonitor kemunculan api.

    Baca : Awal 2017, 64 Hektare Lahan Hutan di Riau Terbakar

    Sementara itu Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani, mengatakan The Bonn Challenge atau Tantangan Bonn adalah suatu inisiatif dan ide yang besar dari pemimpin-pemimpin dunia yang peduli perubahan iklim.

    Ini dilakukan dengan restorasi lanskap hutan yang kritis. Najib mengatakan pengelolaan hutan dan lahan di provinsi Sumsel harus melibatkan semua elemen masyarakat.

     "Berkat kerja keras Pemprov Sumsel kita bisa menyelenggarakan Bonn Chalenge," ujarnya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.