Disebut Ancam Miryam, Bambang Soesatyo Akan Lapor ke Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan, politikus Partai Hanura, Miryam S. Haryani, mengaku ada tekanan dari Dewan Perwakilan Rakyat saat diperiksa dalam kasus dugaan korupsi e-KTP atau kartu tanda penduduk elektronik. Novel menyebut nama Bambang Soesatyo, Desmond J. Mahesa, Aziz Syamsuddin, Masinton Pasaribu, dan Sarifuddin Sudding.

    Baca: E-KTP, 4 Anggota DPR yang Diduga Menekan Miryam Bantah Tudingan

    Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo membantah mengancam Miryam. Ia menyesalkan pula pernyataan Novel yang tidak melakukan klarifikasi lebih dulu kepadanya.

    ”Jelas saya dan beberapa teman anggota Komisi III sangat dirugikan oleh tudingan Miryam tersebut sebagaimana dikutip Novel,” katanya lewat keterangan tertulis, Kamis, 30 Maret 2017.

    Bambang menuturkan akan melaporkan Miryam ke Badan Reserse Kriminal Polri atas tindakan pencemaran nama baik dan fitnah. Keterangan Novel di pengadilan tindak pidana korupsi pagi ini akan dijadikannya sebagai bukti hukum. “Ini sudah keterlaluan dan tidak boleh dibiarkan seorang Miryam menuduh dan menyebut nama orang seenaknya,” ucapnya.

    Baca juga: Korupsi E-KTP, KPK Cekal Anggota DPR Miryam Haryani

    Politikus Partai Golkar ini menyatakan tidak sepenuhnya menyalahkan Novel. Ia menganggap keterangan Novel bisa saja benar. “Tapi harusnya bisa dikonfrontasi lebih dulu ke kami yang namanya dibawa itu,” tuturnya.

    Menurut Bambang, ada upaya pembunuhan karakter pada dirinya. “Kapan saya berkomunikasi atau bertemu? Bagaimana cara saya mengancam dan menekannya,” ujarnya.

    Dalam persidangan sebelumnya, Miryam mencabut semua keterangan karena mengaku ditekan oleh penyidik. Menurut Bambang, Miryam sedang mencoba memfitnah sana-sini.

    ”Kemarin dia bilang ditekan oleh tiga penyidik KPK. Sekarang dia bilang ditekan sejumlah anggota Komisi III DPR. Mana yang benar? Ngawur sekali,” ujarnya.

    AHMAD FAIZ

    Video Terkait: Sidang e-KTP, Miryam Haryani Dikontrontir dengan Penyidik KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.