Ini Alasan KPK Masih Memproses SP-2 Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan tiba di Kantor Polda Sultra, 25 Agustus 2016, guna memeriksa sejumlah pejabat yang berhubungan dengan dugaan korupsi Gubernur Nur Alam. TEMPO/Rosniawanty Fikri

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan tiba di Kantor Polda Sultra, 25 Agustus 2016, guna memeriksa sejumlah pejabat yang berhubungan dengan dugaan korupsi Gubernur Nur Alam. TEMPO/Rosniawanty Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan saat ini lembaganya masih memproses surat peringatan kedua (SP-2) kepada Ketua Wadah Pegawai sekaligus penyidik utama KPK Novel Baswedan. Novel disebut melakukan pelanggaran karena telah menghambat tugas dan perbuatan yang bersifat keberpihakan.

    "Proses tersebut masih berjalan sampai saat ini. Artinya masih ada pertimbangan di internal KPK," kata Febri di kantornya, Rabu, 29 Maret 2017.

    Baca : SP-2 Novel Baswedan, Ini Kata Wakil Ketua KPK

    Febri mengungkapkan saat ini internal lembaganya masih mempertimbangkan apakah SP-2 itu pantas diberikan kepada Novel. Selain untuk kepentingan institusi KPK, pekerjaan utama Novel sebagai Kepala Satuan Tugas penyidik korupsi e-KTP perlu diutamakan. "Kami tidak ingin ada proses yang mengganggu penanganan perkara yang sedang berjalan saat ini," ujar dia.

    Sumber Tempo mengungkapkan sanksi tersebut dilatarbelakangi protes Novel terhadap Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman, yang meminta pimpinan KPK agar merekrut penyidik bantuan Kepolisian RI dari kalangan perwira menengah senior dengan pangkat tertinggi komisari besar.

    Padahal, sejak awal tahun lalu, KPK telah meminta Polri menyiapkan penyidik perwira pertama senior dengan pangkat ajun komisaris yang telah bertugas setidaknya dua tahun. Wadah Pegawai menilai perubahan syarat ini tidak sesuai prosedur dan tak transparan.

    Lihat juga : Sidang Ahok, Rais Syuriah PBNU: Kasusnya Digoreng Terkait Pilkada

    Bulan lalu, Novel kembali mengadukan Aris Budiman melalui surat elektronik kepada sejumlah pejabat struktural di KPK. E-mail itulah yang digunakan seorang penyidik berlatar belakang Polri melaporkan Novel hingga pimpinan menyatakan Novel melanggar aturan.

    Febri menegaskan bahwa pemberian SP-2 kepada Novel bukan berasal dari salah satu pimpinan saja. Melainkan berdasarkan keputusan bersama. "Karena keputusan yang diambil KPK apakah perkara atau yang lain diambil secara kolektif," katanya.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.