SBY: Pers Harus Obyektif dan Faktual, Jangan Terlalu Partisan

Reporter

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), ditemani sejumlah keluarga dan kerabat, memberikan keterangan pers di kediaman pribadinya di kawasan Kuningan, Jakarta, 14 Februari 2017. SBY merasa dirinya difitnah oleh Antasari yang mengaku kasusnya telah dikriminalisasi karena tidak memenuhi keinginan SBY. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan Anugerah Prapanca Agung yang diserahkan langsung oleh Ketua PWI Pusat, Rabu 29 Maret 2017. Dalam sambutannya, SBY menekankan pentingnya demokrasi serta kekuatan, kedaulatan, dan kemerdekaan rakyat.

"Semua ini untuk kepentingan rakyat. Untuk itu dalam konteks ini semboyan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat juga berlaku," katanya di gedung Grahadi Surabaya, Rabu, 29 Maret 2017.

Baca juga:

Hari Pers Nasional, PWI Jawa Timur Beri Penghargaan Kepada SBY

Penghargaan ini merupakan penghargaan yang pertama kalinya diberikan oleh PWI Jatim kepada tokoh nasional. SBY dinilai konsisten dalam menerapkan nilai-nilai prinsip demokrasi dan kebebasan pers. SBY juga dinilai telaten dan sabar dalam memimpin negara ini.

"Semoga penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan hidup saya, anak Pacitan, yang ingin berbuat terbaik bagi bangsa dan negara," kata dia.

Selain itu, SBY mampu menjalin komunikasi yang baik dengan insan pers. Pers dan media, kata SBY, adalah pilar demokrasi, penegak kebenaran, dan keadilan. Pers meyuarakan suara rakyat, mengontrol jalannya pemerintahan dan menyejahterakan rakyat. Agar demokrasi makin hidup dan berkualitas, maka pemberitaan pers harus obyektif dan faktual, bukan hoax dan fake news.

"Tidak ada pers yang bebas dari partisan, selalu ada keberpihakan, tapi jangan terlalu partisan," kata SBY.

SBY mengingatkan agar mengembalikan marwah pers sebagai pilar demokrasi. “Saya yakin setiap ada kesulitan selalu ada solusi. Yang diperlukan saat ini adalah kesadaran, kemauan dan keberanian kita untuk melakukan kebaikan bagi bangsa dan negara ini,” tutur dia.

Acara ini turut dihadiri oleh Ani Yudhoyono, Nina Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim, Ketua DPRD Provinsi. Jatim, Sekdaprov Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan beberapa Bupati/Walikota se-Jatim. Serta, dihadiri pula oleh berbagai tokoh masyarakat, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta. Dalam kesempatan ini, dilakukan pula pelantikan pengurus PWI Jatim periode 2016-2021 oleh Ketua PWI Pusat.

Dalam acara ini, PWI Jatim menyerahkan berbagai kategori penghargaan baik bagi tokoh nasional maupun instansi. Kategori nasional diberikan kepada Dato’ Sri Tahir (tokoh pengusaha) dan Ridwan Hisyam, anggota DPR RI (tokoh pemerintahan), sedangkan untuk kategori tokoh aparatur daerah diberikan kepada Heru Tjahjono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim dan Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua PWI Pusat.

Untuk kategori korporasi daerah, penghargaan diberikan kepada R. Soeroso, Direktur Utama Bank Jatim dan Ali Mashar, Kepala Perwakilan SKK Migas. Kategori tokoh daerah diberikan kepada H. Arum Sabil (bidang pangan) dan H. Bambang Sujanto (bidang sosial media). Kategori tokoh pers diberikan kepada H. Tatang Istiawan dan kategori lifetime achievement diberikan kepada Amak Syarifudin. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua PWI Jatim.

Kemudian untuk penghargaan Piala Prapanca PWI Jatim Tahun 2017 kategori jurnalisme radio diberikan kepada Anita Reta (Radio Mayangkara), dan kategori jurnalisme televisi diberikan kepada Monica Noeva (Trans 7). Serta, Kategori jurnalisme foto diberikan kepada Rendra Des Kurnia (Harian Radar Banyuwangi), serta kategori jurnalisme tulis diberikan kepada Fajren Marhendra Bakti (Harian Jawa Pos).

JAYANTARA MAHAYU






Kunjungi Kembang Jepun Surabaya, Nikmati Keunikan Kya-Kya Wisata Pecinan

10 hari lalu

Kunjungi Kembang Jepun Surabaya, Nikmati Keunikan Kya-Kya Wisata Pecinan

Dengan sejarah dan beragam wisata kuliner Tionghoa, Situs Pecinan Kya-Kya di Surabaya menjadi tempat unik yang layak dikunjungi.


Wisata Imlek: Keunikan dan Sejarah Panjang Pecinan Kya Kya Surabaya

10 hari lalu

Wisata Imlek: Keunikan dan Sejarah Panjang Pecinan Kya Kya Surabaya

Destinasi wisata Kya-Kya yang terletak di Pecinan, Jalan Kembang Jepun Surabaya memiliki sejarah panjang hingga kini. Simak kisahnya.


PDIP Adukan 2 Media ke Dewan Pers, Minta Pers Tak Boleh Jadi Alat Propaganda Parpol

10 hari lalu

PDIP Adukan 2 Media ke Dewan Pers, Minta Pers Tak Boleh Jadi Alat Propaganda Parpol

Dua media yang tergabung dalam Media Group yang dipimpin oleh Surya Paloh diadukan ke Dewan Pers.


Yasonna Laoly Cs Konsultasi ke Dewan Pers soal Pemberitaan HUT Ke-50 PDIP

12 hari lalu

Yasonna Laoly Cs Konsultasi ke Dewan Pers soal Pemberitaan HUT Ke-50 PDIP

PDIP berencana mengadukan tiga media ke Dewan Pers.


Ketua Dewan Pers Bilang Kemerdekaan Pers Perlu Dukungan Semua Pihak

14 hari lalu

Ketua Dewan Pers Bilang Kemerdekaan Pers Perlu Dukungan Semua Pihak

Menurut Dewan Pers, kemerdekaan pers membutuhkan iklim keterbukaan dan akuntabilitas pemerintah, masyarakat berani, penegak hukum yang responsif.


Ini Arah Pembangunan Surabaya di 2023

15 hari lalu

Ini Arah Pembangunan Surabaya di 2023

Pemkot Surabaya akan memanfaatkan APBD tahun ini sebesar Rp 11,36 triliun.


Singgung Profesionalisme Media, Megawati: Jangan Ngompor-Ngomporin

15 hari lalu

Singgung Profesionalisme Media, Megawati: Jangan Ngompor-Ngomporin

Megawati mengaku kerap membaca berita di media. Ia meminta para wartawan mengerti politik.


Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu, Jembatan Terpanjang di Indonesia

16 hari lalu

Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu, Jembatan Terpanjang di Indonesia

Selain salah satu ikon Jawa Timur, Jembatan Suramadu juga menyambungkan hidup antara dua pulau. Simak sejarah singkat berdirinya jembatan tersebut.


Bus Listrik Trans Semanggi di Surabaya Berhenti Beroperasi, Kenapa?

21 hari lalu

Bus Listrik Trans Semanggi di Surabaya Berhenti Beroperasi, Kenapa?

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Jawa Timur, telah melaporkan bus listrik Tran Semanggi telah berhenti beroperasi pada awal tahun ini.


14 Tahun Iptu Umbaran Wibowo Nyaru Jadi Wartawan TVRI, Lemkapi Dukung PWI Pecat Dia

44 hari lalu

14 Tahun Iptu Umbaran Wibowo Nyaru Jadi Wartawan TVRI, Lemkapi Dukung PWI Pecat Dia

Lemkapi mendukung langkah Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI yang memecat Iptu Umbaran Wibowo dari anggotanya.