Kepala BNPT ke Kampung Amrozi, 37 Mantan Kombatan Diundang Hadir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Suhardi Alius menghadiri renovasi Masjid Baitul Muttagin, Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro, Lamongan, Rabu 29 Maret 2017. Yang menarik, acara yang digelar di kampung Amrozi—terpidana mati bom Bali-- juga menghadirkan 37 mantan kombatan Afghanistan dan Moro.

    Sebenarnya, kedatangan Suhardi Alius, dalam kegiatan sederhana. Yaitu peletakan batu pertama pembangunan gedung Taman Pendidikan Al Quran (TPA)—yang dikelola Yayasan Lingkar Perdamaian. Meski sederhana, tetapi sejumlah pejabat penting hadir. Di antaranya Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Herwan Chaidir, Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafi’i, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Gatot Subroto.

    Baca juga:
    Jadi Kepala BNPT, Ini Sepak Terjang Suhardi Alius

    Menurut Komisaris Jenderal Pol Suhardi Alius menyebutkan dana pembangunan TPA Plus dan renovasi masjid itu murni berasal dari donatur. Yang terpenting, bahwa di lingkungan sekolah, Pemerintah mendidik anak-anak mantan teroris dengan dana dari donatur, juga termasuk yang hadir di acara ini.”Ini kegiatan mulai,” ujarnya dalam release yang diterima Tempo Rabu 29 Maret 2017.

    Suhardi Alius mengatakan, yang dilakukan Pemerintah, sebagai pohon harapan. Artinya, bagaimana menghilangkan konsep jihad yang tidak dikehendaki. Intinya, mengupayakan para mantan kombatan untuk bersatu dengan masyarakat.

    Baca pula:

    Suhardi: BNPT Terapkan Multistrategi Hadapi Teroris

    Mantan kombatan Afghanistan Ali Fauzi, 47 tahun, menyebut Yayasan Lingkar Perdamaian adalah organisasi pertama di Indonesia yang bergerak sebagai agen perdamaian. Didirikan oleh mantan kombatan dan teroris yang kini tengah belajar tentang perdamaian. "Kami, mantan kombatan, belajar banyak soal perdamaian," ujarnya pada Tempo, Rabu 29 Maret 2017.

    Adik Amrozi—yang kini menjadi Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian itu menyebutkan, ada 37 mantan kombatan yang diundang hadir. Di antaranya dari Lamongan, Surabaya dan juga Semarang. Mereka yang hadir, pernah aktif di organisasi seperti Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Filipina, juga Ambon. "Kami ini bagian dari sejarah termasuk kakak kami (Amrozi)," kata pria yang kini aktif menjadi pengamat terorisme ini.

    Bupati Lamongan Fadeli yang hadir diacara tersebut, mendukung berdirinya Taman Pendidikan Al Quran di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro. Bahkan, pihaknya turut menyumbangkan kendaraan roda empat empat untuk kegiatan operasional Yayasan Lingkar Perdamaian.”Kita berharap pendidikan anak-anak disini maju,” ujarnya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.