Dana Desa Rp 60 Triliun, Jokowi Tanyakan Dampaknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah catatan terkait dengan penggunaan dana desa dalam rapat terbatas perihal pembangunan desa, Rabu, 29 Maret 2017. Salah satu catatannya Jokowi adalah soal pemanfaatan dana desa yang tepat.

    "Saya tekankan agar dilihat lagi dampaknya pada upaya peningkatan produktivitas perekonomian desa serta upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di desa," ucap Presiden Jokowi dalam pembukaan ratasnya di Istana Kepresidenan.

    Baca: Naik 50 Persen, Dana Desa Tahun 2018 Rp 120 Triliun

    Presiden Jokowi berujar, sejauh ini, dana desa lebih banyak dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur yang mendukung bergeraknya perekonomian desa. Persentasenya sekitar 29 persen.

    Jokowi menginginkan dilakukan perubahan, dari yang sebelumnya untuk infrastruktur menjadi diseimbangkan dengan pengembangan potensi ekonomi desa. Terutama di sektor pertanian, perikanan, serta industri usaha mikro, kecil, dan menengah di desa.

    Baca: Kementerian Desa Siapkan Saber Pungli Kawal Dana Desa

    Selain itu, tutur Jokowi, pemanfaatan dana desa harus mulai diikuti dengan partisipasi warga dalam hal pengawasan. Dengan begitu, penggunaan dana desa bisa dipastikan tepat sasaran.  "Dalam pengembangan desa, pendekatannya tidak bisa parsial atau sektoral, tapi harus integratif dari hulu ke hilir," katanya.

    Baca: Cegah Korupsi Dana Desa, Menteri Eko Blusukan

    Catatan lain yang diberikan Jokowi perihal penyaluran. Menurut dia, penyaluran dana desa masih lamban. Buktinya, masih ada empat kabupaten atau 241 desa yang dana desanya belum cair dari rekening kas umum negara ke kas umum daerah.

    "Saya minta masalah itu segera diatasi. Tahun ini, saya minta dipastikan betul semua desa bisa menerima dana desa," ujar Presiden. Besaran dana desa tahun ini mencapai Rp 60 triliun dari yang sebelumnya Rp 47 triliun.

    Baca: Tersangka Korupsi Dana Desa, Camat Sampang Ditahan Polisi

    Presiden Jokowi yakin ketimpangan antardaerah bisa ditangani. Ketimpangan yang tertangani, kata Jokowi, juga untuk menekan angka urbanisasi. Perpindahan orang desa ke kota masih sangat tinggi akhir-akhir ini.

    "Urbanisasi pada 2025 diprediksi mencapai 60 persen. Sementara itu, persentase kemiskinan di pedesaan tercatat mencapai 13,96 persen atau hampir dua kali lipat dari persentase penduduk miskin di kota sebesar 7,7 persen," tutur Jokowi.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.