6 Calon Hakim MK Pengganti Patrialis Akbar Jalani Tes Wawancara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua hakim MK Arief Hidayat, menunjukkan surat kuasa pihak terkait penuh coretan yang dinilai tidak menghormati dan menghina persidangan dalam sidang perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah serentak Kabupaten Kepulauan Sangihe, Banggai Kepulauan dan Buton Tengah, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 21 Maret 2017. Sidang ini dengan agenda mendengarkan jawaban termohon (KPU), pihak terkait dan pengesahan alat bukti. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua hakim MK Arief Hidayat, menunjukkan surat kuasa pihak terkait penuh coretan yang dinilai tidak menghormati dan menghina persidangan dalam sidang perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah serentak Kabupaten Kepulauan Sangihe, Banggai Kepulauan dan Buton Tengah, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 21 Maret 2017. Sidang ini dengan agenda mendengarkan jawaban termohon (KPU), pihak terkait dan pengesahan alat bukti. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia seleksi hakim Mahkamah Konstitusi akan memilih tiga dari sebelas orang calon hakim, yang kini sedang mengikuti tes wawancara. Tahap itu harus dilalui untuk mencari pengganti Patrialis Akbar, yang dipecat karena terjerat kasus hukum.

    Baca: Begini Alasan MK Percepat Seleksi Hakim Pengganti Patrialis Akbar

    Tiga nama calon yang lolos tes wawancara akan disetor ke Presiden Joko Widodo. Berikut ini calon hakim MK peserta tes.

    Calon yang sudah tes wawancara pada Senin, 27 Maret 2017.
    1. Muslich K.S., dosen Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
    2. Mudji Estiningsih, Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara
    3. Saldi Isra, guru besar hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang
    4. Muhammad Yamin Lubis, guru besar hukum agraria Universitas Sumatera Utara, Medan
    5. Wicipto Setiadi, mantan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

    Calon yang akan diwawancara hari ini, Kamis, 29 Maret 2017.
    1. Hotman Sitorus, Kepala Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan Bidang Politik, Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Keamanan Kementerian Hukum dan HAM
    2. Chandra Yusuf, pengacara
    3. Bernard L. Tanya, dosen hukum Universitas Nusa Cendana, Kupang
    4. Eddhi Sutarto, konsultan manajemen hukum perusahaan
    5. Krishna Djaya Darumurti, dosen Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
    6. Rasyid Thalib, dosen hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Tadaluko, Palu

    HUSSEIN ABRI DONGORAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.