Ketua MPR: Konsep Bernegara Kita Jelas, Gus Solah: Jadi Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membacakan teks Pancasila pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, 1 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membacakan teks Pancasila pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, 1 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan bahwa bangsa Indonesia sudah memiliki konsep bernegara yang jelas, tinggal konsistensi menjalankannya. "Di mana-mana saya sampaikan, bangsa ini sudah memiliki konsep bernegara yang jelas. Kembali saja kepada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945," katanya di Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

    Zulkifli Hasan mengemukakan hal itu dalam Refleksi Kebangsaan 71 Muslimat NU yang digelar usai penutupan rapat pimpinan nasional organisasi perempuan itu. Persoalannya, menurut dia, belakangan Pancasila hanya dijadikan sebagai aksesoris atau alat pembenar atas kepentingan kekuasaan suatu kelompok.

    Baca juga: Ketua MPR: Saat Politik Gaduh, Tiru Cara Jokowi ...

    Lebih parah lagi, ada sebagian masyarakat yang sudah meninggalkan Pancasila dan memilih mencari ideologi lain yang cenderung radikal dan anti terhadap keberagaman. "Bangsa ini harus cepat menyadari dan melakukan berbagai upaya konkret untuk memahami kembali konsep dasar itu," ujarnya.

    Pengasuh Pesantren Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah mengatakan, di era sekarang ini tidak penting mempertentangkan kembali keindonesiaan dan keislaman. Menurut dia, cara untuk menjaga dan merawat keindonesiaan adalah dengan menjaga perpaduan keindonesiaan dan keislaman yang sudah dicapai selama ini.

    Baca pula: Hasil Survei DPR Lembaga Terkorup, Zulkifli Hasan: Jadi Koreksi

    "Jangan lagi memperdebatkan, apakah kita ini orang Indonesia yang beragama Islam atau orang Islam yang tinggal di Indonesia. Kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam, sekaligus orang Islam yang berbangsa Indonesia," kata dia.

    Menurut Gus Solah, memadukan Indonesia dan Islam adalah suatu modal sosial politik yang amat berharga. Jika tidak, lanjutnya, maka akan selalu ditemui kondisi dan situasi penuh konflik antarumat Islam seperti sekarang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.