Polisi Ringkus 5 Perampok Spesialis Kapal Tanker di Laut Dumai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal patroli BC-7006 milik Bea Cukai Kepulauan Riau mengawasi kapal tanker MT Eternal Oil II yang lego jangkar di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. ANTARA/Rusdianto

    Kapal patroli BC-7006 milik Bea Cukai Kepulauan Riau mengawasi kapal tanker MT Eternal Oil II yang lego jangkar di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. ANTARA/Rusdianto

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Resor Dumai meringkus kawanan perampok spesialis kapal tanker di Laut Dumai. Polisi manangkap lima pelaku seusai membongkar kapal tanker Cina MT. Ping An yang sedang berlabuh di perairan Dumai.

    "Satu pelaku berhasil kabur," kata Kepala Kepolisian Resor Dumai Ajun Komisaris Besar Donald Happy Ginting, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Senin, 27 Maret 2017.

    Baca juga:

    Bongkar Muat, Minyak CPO PT Naga Mas Tumpah dan ...

    Donald mengatakan, penangkapan kawanan rampok tersebut menyusul adanya informasi masyarakat lantaran para pelaku sudah lebih dulu melakukan upaya penjarahan Kapal Tanker MT. Ping An berbendera Marshal Island yang berlabuh di perairan Dumai di titik koordinat 01' 43' 040 N - 101' 26' 310 T.

    Saat itu kata Donald, Kapal tanker yang dihuni 22 ABK warga Cina itu dalam keadaan kosong dan berencana memuat minyak oil milik PT Surya Dumai dgn tujuan Cina. "Saat itu empat pelaku menaiki kapal hendak melakukan pencurian," ujarnya.

    Namun upaya pencurian diperogoki oleh anak buah kapal, para pelaku kemudian melarikan diri menggunakan kapal pompong setelah seorang ABK membunyikan alarm. Polisi kemudian mengendus keberadaan pelaku setelah mendapat informasi bahwa para perampok bakal kembali beraksi di dekat lokasi tersebut.

    Baca berita lain:

    Diduga Edarkan Sabu di Dumai, 2 Warga Malaysia Ditangkap

    Kapal patroli Satuan Polisi Perairan melihat kapal perampok pada Minggu, 26 Maret 2017 sekira pukul 01.30. Polisi kemudian berusaha melakukan pengejaran dan menghadang kapal perampok.

    Saat akan ditangkap, para pelaku sempat berusaha kabur dengan menceburkan diri ke laut. Meski demikian, para pelaku berhasil diamankan polisi sedangkan satu pelaku lainnya berhasil kabur. "Satu pelaku yang kabur belum ditemukan," kata Donald.

    Adapun lima pelaku yang berhasil diamankan polisi yakni SH, 40 tahun, DR (30) dan RK (22), ketiganya warga Dumai. Dua pelaku lainnya DR (30) dan HN (18) merupakan warga Bengkalis. Satu pelaku yang berhasil kabur yakni ST (22) warga Bengkalis.

    Hasil pemeriksaan sementara kata dia, para pelaku mengaku telah melakukan aksi perampokan kapal tanker sejak tahun 2007 yang didalangi pelaku SH (40). Bukan hanya di Dumai, Riau, para pelaku juga melakukan aksi yang sama di perairan Lampung dan Sumatera Utara.

    "Sasaran para pelaku yakni kapal tanker yang sedang melakukan kegiatan bonkar muat terutama kapal pengangkut spare part kapal," ujarnya.

    Menurut Donald, pelaku SH sebenarnya sudah pernah ditangkap polisi atas kasus yang sama. Pelaku sempat menjalankan penahanan di Lapasan Labuhan Ruku, Batubara, Sumatera Utara. "Saat ini para pelaku diamankan di Rutan Polres Dumai," kata dia.

    RIYAN NOFITRA

    Simak: Terduga Teroris Banten Terhubung Jaringan Filipina Selatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.