Sidang Suap Pajak, KPK Dalami Peran Ipar Jokowi

Reporter

Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera, Arif Budi Sulistyo seusai memberi kesaksian pada sidang lanjutan kasus dugaan suap terkait pengurusan pajak dengan Terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 20 Maret 2017. Arif Budi Sulistyo merupakan adik ipar dari Presiden Jokowi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta -  Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan kelanjutan pengusutan peran Arif Budi Sulistyo, adik ipar Presiden Joko Widodo, dalam kasus dugaan suap pengaturan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia. Salah satunya, penyidik akan mencermati keterangan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair di persidangan. “Kami mendalami perannya pelan-pelan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Minggu 26 Maret 2017.

Hari ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kembali menggelar sidang perkara ini untuk mendengarkan keterangan terdakwa Rajamohanan. Direktur Utama EK Prima ini didakwa menyuap Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan Direktorat Jenderal Pajak yang juga tersangka dalam kasus ini, Handang Soekarno, dengan bukti setoran uang senilai Rp 1,9 miliar. Setoran tersebut disinyalir sebagai pembayaran pertama—bagian dari total komitmen suap Rp 6 miliar—untuk menyelesaikan sejumlah persoalan pajak EK Prima di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Enam, Jakarta.

Baca juga: Fakta dan Kejanggalan dalam Kesaksian Adik Ipar Jokowi

Dalam dakwaan yang dibacakan pada 13 Februari 2017 lalu, terungkap bahwa Rajamohanan meminta sejumlah pihak melobi kantor pajak. Salah satunya adalah Arif Budi Sulistyo, yang kemudian berkomunikasi dengan Handang Soekarno dan menemui Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi.

Sidang pada pekan lalu telah mendengarkan keterangan Arif Budi Sulistyo. Yang menarik, dari pertanyaan jaksa KPK, terungkap adanya temuan dua koper berisi uang Rp 1,5 miliar yang dibawa Rajamohanan ketika bertemu dengan Arif di Solo, Jawa Tengah, pada awal November 2016. Keberadaan duit tersebut terungkap dari kesaksian Mustika Chairani, sekretaris Rajamohanan.

Baca: Ipar Jokowi Ungkap Koper Duit Rp 1,5 Miliar Mohan di Mobilnya

Dalam sidang, Arif mengaku bertemu dengan Rajamohanan. Namun dia membantah jika disebut menerima duit itu. "Saat saya jemput Mohan, ada beberapa barang bawaan Mohan masuk ke mobil saya," kata Arif.

Jaksa KPK menilai keterangan Arif sangat janggal. Dalih meminta penjelasan ihwal program pengampunan pajak kepada Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi juga dianggap tak masuk akal. “Ditjen Pajak itu punya Tim 100 untuk sosialisasi tax amnesty. Buat apa jauh-jauh ke Jakarta dan ketemu sampai Dirjen?” kata jaksa Ali Fikri. Tim jaksa penuntut umum pun berencana mencantumkan peran Arif dalam materi tuntutan Rajamohanan.  

Baca juga: Bantu Terdakwa Suap Pajak, Ini Kesaksian Ipar Presiden Jokowi

Kuasa hukum Rajamohanan, Samsul Huda, mengatakan uang dua koper itu bukan digunakan untuk menyuap. “Itu rencana mau dipakai untuk beli lahan jambu mete di Wonogiri. Tidak ada kaitan dengan pajak,” kata Samsul, kemarin. “Masih ada utuh, tidak benar disebut hilang atau terkait kasus.”

Dalam tanggapannya di sidang terdahulu, Rajamohanan mengklaim batal bertemu dengan pemilik lahan sehingga duit tunai dalam jumlah besar itu dibawanya kembali ke Jakarta. Keterangan tersebut berlawanan dengan kesaksian Mustika, yang memastikan koper-koper itu sudah tidak ada ketika bosnya kembali ke Jakarta.

MAYA AYU PUSPITASARI | NINIS CHAIRUNNISA







Deklarasi Anies Baswedan Capres NasDem Dipercepat, Surya Paloh Bantah Ada Kaitan dengan Isu Soal KPK

4 menit lalu

Deklarasi Anies Baswedan Capres NasDem Dipercepat, Surya Paloh Bantah Ada Kaitan dengan Isu Soal KPK

Ketum Partai NasDem Surya Paloh membantah percepatan deklarasi Anies Baswedan menjadi capres NasDem ada kaitan dengan proses hukum di KPK


KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

2 jam lalu

KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

KPK menyayangkan kasus Formula E diseret ke masalah politik. Saat ini KPK masih mengumpulkan informasi termasuk dengan memanggil Anies Baswedan.


Jelang Deklarasi Capres Partai NasDem, Anies Baswedan Terlihat Hadir

2 jam lalu

Jelang Deklarasi Capres Partai NasDem, Anies Baswedan Terlihat Hadir

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terlihat hadir jelang acara deklarasi Capres oleh Partai NasDem yang digelar hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.


Kasus Formula E, KPK: Penanganan Perkara Tak Bisa Diatur Pihak Tertentu

3 jam lalu

Kasus Formula E, KPK: Penanganan Perkara Tak Bisa Diatur Pihak Tertentu

KPK menyatakan penanganan perkara lembaganya tak bisa diatur oleh pihak-pihak tertentu dalam kaitan tudingan memaksakan kasus Formula E ke penyidikan


Isu Kriminalisasi Anies Baswedan, KPK: Tuduhan Kontraproduktif

3 jam lalu

Isu Kriminalisasi Anies Baswedan, KPK: Tuduhan Kontraproduktif

KPK menyatakan kasus Formula E dengan salah satu terperiksa Anies Baswedan masih di tahap penyelidikan.


Kasus Formula E, Relawan Anies Minta KPK Tidak Jadi Alat Politik

4 jam lalu

Kasus Formula E, Relawan Anies Minta KPK Tidak Jadi Alat Politik

Relawan Anies Baswedan yang tergabung dalam Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) meminta KPK tidak menjadi alat politik menjelang Pemilu 2024.


Partai NasDem Umumkan Anies Baswedan Capres Hari Ini

5 jam lalu

Partai NasDem Umumkan Anies Baswedan Capres Hari Ini

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, bakal mengumumkan Anies Baswedan sebagai capres yang diusung partainya hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.


Belum Diusung Parpol, Anies Dideklarasikan Sebagai Capres oleh Majelis Warga

6 jam lalu

Belum Diusung Parpol, Anies Dideklarasikan Sebagai Capres oleh Majelis Warga

Majelis Warga mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres pilihan rakyat pada Minggu 2 Oktober 2022. Deklarasi ini diikuti oleh 57 perwakilan


5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

1 hari lalu

5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo Cs menambahkan beberapa kasus P21, Ferdy Diansyah, dan konsorsium 303.


Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

1 hari lalu

Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

Keinginan Firli untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka ini diduga berhubungan dengan isu Pilpres 2024.