Pembunuhan Sopir Taksi Online, Autopsi: Korban Ditusuk 46 Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penemuan mayat/pembunuhan. Shuttertock

    Ilustrasi penemuan mayat/pembunuhan. Shuttertock

    TEMPO.CO, Surabaya - Denny Ariessandi, warga Perumahan Maspion, Cluster Beryl Blok B3, Bangah, Gedangan, Sidoarjo, korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di pinggir jalan dekat kawasan wisata Kenjeran Park Surabaya mengalami 46 luka tusuk.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ajun Komisaris Ardian Satrio Utomo mengatakan berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami 46 luka tusukan benda tajam pada bagian punggung dan leher.

    "Diperkirakan korban meninggal antara pukul 02.00 - 04.00 dini hari," ujarnya, Jumat 24 Maret 2017.

    Baca: Sopir Taksi Online Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Kenjeran Park

    Masih berdasarkan hasil autopsi, Ardian menuturkan, mulut korban dibekap terlebih dahulu sebelum tubuhnya ditusuk berkali-kali. Bagian fatal yang menyebabkan korban akhirnya tewas, kata dia, adalah tusukan pada leher yang menembus pembuluh darah besar.

    Jasad Denny ditemukan warga di pinggir jalan tak jauh dari kawasan wisata Kenjeran Park, pada Kamis 23 Maret 2017, sekitar pukul 05.30 pagi. Warga kemudian melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kenjeran dan kini ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

    Ardian menambahkan, korban tewas saat melakoni pekerjaannya sebagai sopir taksi berbasis aplikasi "online" atau dalam jaringan (daring).

    Baca juga: Hoax Penculikan Anak, Polisi: Pelaku Penyebar Isu Terorganisir

    "Sopir taksi online adalah pekerjaan sampingan korban," ucapnya. Korban, menurut Ardian, juga diketahui menjabat sebagai Manager Gateway pada sebuah perusahaan ekspedisi di daerah Betro, Sedati, Sidoarjo.  Adapun mobil yang digunakan korban, Daihatsu Xenia, nomor polisi L 1620 MS, dibawa kabur pelaku.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.