Isu Penculikan Anak, Polisi Terjunkan Cyber Army Buru Pelaku Hoax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. sciencephoto.com

    Ilustrasi. sciencephoto.com

    TEMPO.CO, Bandung -Kepolisian Daerah Jawa Barat menerjunkan unit Cyber Army untuk mengantisipasi dan memburu penyebar berita bohong yang kerap muncul di media sosial apalagi menyangkut penculikan anak.

    "Di dunia maya, tim melakukan patroli, memburu siapa pelaku penyebaran berita hoax. Kami akan kejar terus," ujar Kepala Budang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Bandung, Sabtu, 25 Maret 2017.

    Baca : Isu Penculikan Anak, Komnas PA: Polisi Jangan Hanya Bicara Itu Hoax

    Yusri mengatakan isu penculikan anak yang sempat ramai beredar di media sosial beberapa waktu lalu merupakan berita bohong atau hoax. Sehingga hal tersebut membuat orang tua yang memiliki anak merasa khawatir.

    "Berita soal penculikan anak itu hoax, semua yang beredar di dunia maya bahong," kata dia.

    Meski begitu, ia meminta kepada masyarakat khususnya orang tua untuk tidak cemas terkait berita tersebut. Di samping itu, sudah sewajarnya para orang tua untuk menjaga anak-anaknya ketika sedang melakukan aktivitas di luar rumah.

    Simak juga : Hoax Penculikan Anak, Polisi: Pelaku Penyebar Isu Terorganisir

    "Tidak perlu cemas, kepada orang tua untuk tetap waspada dan memperhatikan anak-anaknya," kata dia.

    Ia menambahkan pihaknya pun menerjunkan petugas Babinkantibmas guna memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berita bohong.

    "Sebagai upaya preventif kita terjunkan Babinkantibmas ke masyarakat. Mereka akan memberi informasi kepada masyarakat tentang berita hoax," kata dia.

    ANTARA

    Jangan lewatkan :

    Marak Hoax Penculikan Anak, Polisi Bangkalan Keliling Masjid
    Marak Isu Penculikan Anak, Ini Tips Pencegahan dari Komnas PA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.