KPK Akan Giat Membidik Korupsi Korporasi, Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru di Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta.  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru di Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Makassar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya agar bisa menangani secepatnya kasus korupsi korporasi. Sebab di dalam Pasal 20 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, KPK memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan.

    "Kita berupaya dalam waktu tidak lama lagi korupsi korporasi bisa ditangani. Karena ini salah satu bagian dari perhatian KPK sekarang," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Makassar, Jumat, 24 Maret 2017.

    Baca: Tersangka Baru Kasus E-KTP Tetap dari Dakwaaan KPK, Artinya...

    Ia menjelaskan korupsi korporasi tersebut sama saja dengan yang dilakukan perorangan. Sehingga KPK mulai memaksimalkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi.

    Menurut Laode, sebelum terbit peraturan Mahkamah Agung, KPK sudah pernah menangani kasus tindak pidana korporasi. Namun sulit dilakukan pidana korporasi, dengan alasan tidak ada hukum acara yang mengatur. Padahal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana penegak hukum harus menyebutkan identitas terdakwa seperti, profesi, agama, dan tempat tanggal lahir. "Perma ini mengatur secara rinci tata cara dan prosedur penindakan pidana korporasi," katanya mengimbuhkan.

    Simak juga: Isu Penculikan Anak, Komnas PA: Polisi Jangan Hanya Bicara Itu Hoax

    Rencananya KPK mencoba kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan perusahaan sudah inkrah. Karena ada perusahaan yang sudah dihukum, tapi tidak dikenakan korporasinya.

    Seperti tujuh perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan dan lahan, yakni PT RPP di Sumatera Selatan (Sumsel), PT BMH di Sumsel, PT RPS di Sumsel, PT LIH di Riau, PT GAP di Kalimantan Tengah (Kalteng), PT MBA di Kalteng, dan PT ASP di Kalteng.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.