Marak Isu Penculikan Anak, Ini Tips Pencegahan dari Komnas PA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, bermain dengan anak-anak saat kunjungan di Ponpes Yatim Piatu Dhuafa Bayi Terlantar Millinium Roudlotul Jannah, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, 3 Agustus 2015. Kunjungannya terkait informasi di media sosial dugaan pondok pesantren tersebut melakukan pelanggaran terhadap hak anak. ANTARA/Umarul Faruq

    Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, bermain dengan anak-anak saat kunjungan di Ponpes Yatim Piatu Dhuafa Bayi Terlantar Millinium Roudlotul Jannah, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, 3 Agustus 2015. Kunjungannya terkait informasi di media sosial dugaan pondok pesantren tersebut melakukan pelanggaran terhadap hak anak. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta masyarakat tidak terlalu resah dalam menanggapi maraknya isu di media sosial terkait penculikan anak untuk dijual organ tubuhnya. Arist lebih menekan pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya melakukan pencegahan.

    Baca: Isu Anak Diculik, Komnas PA: Belum Ditemukan Terkait Jual Organ  

    "Bagaimana mencegah penculikan, itu yang paling penting. Masyarakat tidak perlu terlalu paranoid, tetap waspada," ucap Arist di kantor Komnas Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat, 24 Maret 2017.

    Komnas PA merekomendasikan beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua.

    1. Menanamkan sikap waspada pada anak sejak dini

    Arist mengatakan orang tua perlu mengajarkan kepada anak untuk berani mengatakan 'tidak' terhadap pemberian orang lain ataupun diajakan orang tidak dikenal. Anak juga perlu diajarkan agar tak langsung percaya pada orang yang mengaku suruhan ayah atau ibunya. "Meningkatkan kewaspadaan termasuk membuat sikap terbuka bagi anak," imbau Arist.

    2. Menghafal identitas dirinya

    Orang tua juga perlu mengajari anak menghafal identitas dirinya, mulai dari nama panjangnya, nama ayah dan ibu, hingga alamat lengkap rumah. Selain itu, anak juga diajari menghafal nomor telepon rumah, orang tua, dan keluarga lainnya, sehingga setiap saat anak bisa menelpon. Bahkan, menurut Arist, tak masalah memberikan ponsel kepada anak tetapi tetap mempertimbangkan kecanggihannya agar terhindar dari pornografi.

    3. Tidak bertindak main hakim sendiri

    Arist juga mengingatkan agar para orang tua atau masyarakat tidak bertindak main hakim sendiri jika mendapati orang yang mencurigakan. Jika ada orang yang dicurigai, masyarakat diminta untuk melaporkannya ke lurah atau RT, hansip, satpam, atau kepolisian terdekat.

    DENIS RIANTIZA | RW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.