Arus Mudik 2017, Proyek 4 Fly Over di Tegal-Purwokerto Dikebut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik mengantre di gerbang tol Cipali, Palimanan Cirebon, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Mendekati berakhirnya musim libur Lebaran para pemudik mulai memadati arus balik yang diprediksi pada H+3 dan H+4 Lebaran. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    Kendaraan pemudik mengantre di gerbang tol Cipali, Palimanan Cirebon, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Mendekati berakhirnya musim libur Lebaran para pemudik mulai memadati arus balik yang diprediksi pada H+3 dan H+4 Lebaran. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Tegal - Kepala Tata usaha Satuan Kerja (Satker) 06 Wilayah 1 Jawa Tengah, Lindung Simbolon, mengatakan pembangunan empat jalan layang di Jalur Tegal-Brebes terus dikebut. Demi mencapai target bisa beroperasi pada mudik lebaran tahun ini, pekerjaan dikerjakan siang dan malam. “Targetnya bisa digunakan untuk arus mudik tahun ini,” kata Lindung, di Tegal, Jumat, 24 Maret 2017.

    Dia menjelaskan, progres pembangunan jalan layang di Dermoleng, Klonengan, Kesambi, dan Kretek sudah sudah mencapai 15-40 persen.

    Baca : 4 Jembatan Layang di Jawa Tengah Bakal Tekan Kemacetan Arus Mudik

    Di perlintasan Klonengan, saat ini sudah mencapai 40 persen. Sedangkan di titik Dermoleng, Brebes sudah mencapai 28 persen. Di dua titik itu, penggarapan bore pile atau pondasi dalam yang berbentuk tabung sudah selesai. “Saat ini sedang dalam tahap pembangunan pilar,” ujar Lindung.

    Adapun di dua titik lainnya, yakni di Kesambi dan Kretek cenderung lebih lambat. Di Kesambi, pembangunan baru mencapai 15 persen. Sedangkan di Kretek baru mencapai 15,9 persen. Penyebabnya karena masih ada warga yang belum sepakat soal harga.

    Di Kretek misalnya, ada tujuh orang dari 78 orang yang belum mencapai kata sepakat. “Di Kretek masih dalam proses, kalau di Kesambi sudah sepakat harga tapi belum dibayar. Rencananya pekan depan baru dibayar,” ujar dia.

    Menurut Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Wilayah Tegal-Brebes, Wahyu Supriyo pembangunan jalan layang yang paling cepat progresnya adalah di perlintasan Klonengan.

    Simak juga : Kasus Munarman FPI, Pengacara Tokoh Masyarakat Datangi Polda Bali

    Meskipun secara teknis pembangunan paling rumit, tapi paling cepat perkembangannya. Sebab, tidak terkendala pembebasan lahan. “Di Klonengan itu pertigaan, jadi dari arah Pejagan-Purwokerto tetap memakai jalur lama. Dari arah Slawi ke Purwokerto lewat jalan layang, begitu juga dari arah Purwokerto menuju Pejagan,” kata dia.

    Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono, meninjau lokasi proyek di Klongan, Jumat, 24 Maret 2017. Dia berharap dengan beroperasinya empat jalan layang yang dibangun di empat perlintasan sebidang tersebut bisa mengurangi kemacetan di jalan penghubung Tegal-Purwokerto tersebut. “Tahun lalu di sini (Jalur Tegal-Purwokerto macet parah karena kendaraan tersendat di perlintasan kereta api,” kata dia.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.