Ridwan Kamil Puncaki Survei Pilgub Jawa Barat, Deddy Mizwar Kalem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Deddy Mizwar memaparkan pandangannya dalam diskusi bertema bincang-bincang banjir Bandun Selatan di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, 26 Mei 2016. Pihak pemerintah yang diwakili Wakil Gubernur Deddy Mizwar mewacanakan penegakan hukum yang lebih keras karena permasalahan DAS Citarum melibatkan beberapa kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    Wakil Gubernur Deddy Mizwar memaparkan pandangannya dalam diskusi bertema bincang-bincang banjir Bandun Selatan di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, 26 Mei 2016. Pihak pemerintah yang diwakili Wakil Gubernur Deddy Mizwar mewacanakan penegakan hukum yang lebih keras karena permasalahan DAS Citarum melibatkan beberapa kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Nama Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membayangi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam survei terakhir yang dirilis Indo Barometer. Namun Ridwan Kamil masih berada di puncak. “Ya biarin aja, terus kenapa?” kata Deddy menanggapi hasil survei itu di Bandung, Jumat, 24 Maret 2017. 

    Deddy mengaku sudah membaca hasil survei Indo Barometer. “Baca sekilas. Biasa-biasa saja,” katanya. Ihwal namanya di bawah Ridwan Kamil, Deddy menanggapi ringan. “Enggak apa-apa. Biasa-biasa saja, kan belum bekerja ini semuanya.”

    Baca: Pilkada Jawa Barat, Survei: Elektabilitas Ridwan Kamil Tertinggi

    Menurut Deddy, langkahnya di pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 nanti bergantung pada dukungan partai. “Kalau sudah ada dukungan partai, sudah solid, baru bergerak. Saya sih gitu aja,” katanya. 

    Deddy mengaku, komunikasi politik dengan partai sudah dia lakukan. “Komunikasi politik terus dijalankan. Kan keputusannya ada di ketua partai di Jakarta,” katanya. 

    Menurut Deddy, komunikasi itu dijalaninya tidak hanya ke pengurus partai di daerah, tapi juga pucuk pimpinan partai. “Macam-macam, dari atas sampai bawah.” 

    Deddy mengatakan komunikasi yang dilakukannya tidak semata menyinggung pemilihan gubernur, tapi juga yang lain. Namun dia enggan membuka nama partai yang sudah intens berkomunikasi dengan dirinya. “Ntar aja-lah, ntar jadi kegeeran,” katanya. 

    Simak juga: Cikeas-Istana Kembali Memanas Karena Mobil, Ini Saran buat Jokowi

    Dia mengakui, salah satu pembicaraan itu termasuk mengenai dukungan partai. “Ya saling minta kan. Sudah dibahas di internal. Alhamdulillah kita dibahas di internal,” kata Deddy. Lagi-lagi dia enggan membocorkan nama partai tersebut. 

    Komunikasi politik juga diakuinya sudah dilakukan dengan nama kandidat yang sudah bermunculan. “Kang Emil (Ridwan Kamil) sudah, Dedi Mulyadi ketemu juga. Bu Netty sering ketemu. Pak Iwa (Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa), sering ketemu. Kita mah ketawa-ketawa aja, karena belum jelas mau ngobrolin apa, biasa-biasa aja,” kata Deddy. 

    Deddy mengaku tidak mau buru-buru melangkah menyusul langkah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendeklarasikan diri bersama Partai NasDem untuk berlaga di pemilihan Gubernur Jawa Barat.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.