Menteri Agama: Presiden Jokowi Akan Resmikan 6 UIN Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Medan - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat akan meresmikan enam Universitas Islam Negeri (UIN) baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan keislaman di Tanah Air.

    "Keenam UIN itu ditingkatkan statusnya dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN)," ujar Lukman Hakim Saifuddin seusai meresmikan gedung kuliah bersama milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara di Medan, Kamis, 23 Marte 2017.

    Baca juga: Soal Santunan Korban Crane Mekah, Menag: Kita Diminta Bersabar

    Adapun enam IAIN yang diresmikan menjadi UIN itu adalah IAIN Sultan Thaha Saifuddin di Jambi, IAIN Imam Bonjol di Padang, IAIN Raden Intan di Bandar Lampung, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin di Banten, IAIN Antasari di Banjarmasin, dan IAIN Mataram di Nusa Tenggara Barat.

    Peresmian dan pengembangan perguruan tinggi Islam merupakan salah satu bentuk antisipasi, sekaligus mengakomodasi lulusan madrasah dan pesantren. Setiap tahunnya, ribuan pemuda menyelesaikan pendidikannya di tingkat madrasah dan pesantren yang membutuhkan perguruan tinggi Islam untuk melanjutkan pendidikannya.

    Jumlah tersebut dapat dilihat dari jumlah madrasah dan pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Data Kementerian Agama pada 2016, jumlah madrasah di Indonesia mencapai 49.337 dan pesantren sebanyak 28.194 unit. "Itu pendataan tahun lalu, sekarang kemungkinan bertambah," kata Menteri Lukman.

    Simak pula: Menteri Lukman: Jangan Gunakan Agama Alat Penebar Kebencian

    Selain peresmian enam UIN, Kementerian Agama juga sedang mengembangkan 13 ma'had ali sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan nuansa pesantren yang lulusannya setara dengan sarjana S-1.

    Dalam mengelola dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam, Menteri Agama menekankan perlunya ditumbuh-kembangkan rasa cinta di lingkungan civitas akademika masing-masing. Rasa cinta dalam civitas akademika akan menyebabkan proses belajar mengajar akan lebih mudah dan memberikan manfaat yang lebih besar.

    Menteri Agama mengaku khawatir dengan fenomena negatif yang muncul belakangan ini akibat menipisnya rasa cinta tersebut dalam dunia pendidikan. "Ketiadaan rasa cinta itu menyebabkan mahasiswa dan dosen saling berkelahi. Itu sesuatu yang tidak pernah ada dalam keilmuan Islam," katanya.

    Lihat pula: Menteri Agama: Rumah Ibadah Jangan Dijadikan Pemicu Konflik

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.