Angkot Vs Ojek Online Meluas, Kapolri Tito: Tindak Tegas Pelaku Anarkis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke  Sulawesi Tenggara dalam rangka memberikan pengarahan pada personil Kepolisian Daerah Sultra Kamis 23 Februari 2017. TEMPO/ ROSNIAWANTY FIKR

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke Sulawesi Tenggara dalam rangka memberikan pengarahan pada personil Kepolisian Daerah Sultra Kamis 23 Februari 2017. TEMPO/ ROSNIAWANTY FIKR

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian meminta semua pihak menahan diri terkait dengan permasalahan antara kalangan ojek online dan sopir angkutan kota (angkot) di sejumlah wilayah di Indonesia. Tito menegaskan akan menindak tegas jika ada yang melakukan aksi anarkistis.

    "Jangan sampai melakukan aksi anarkistis sendiri, apalagi saling balas-membalas. Saya perintahkan kalau ada aksi anarkistis, maka upaya terakhir lakukan penegakan hukum," kata Tito di Wisma Bhayangkari, Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Maret 2017.

    Baca: Angkot Vs Ojek Online, Kapolri Tito Tegur Keras Polis di Bogor

    Tito menyampaikan keberadaan angkutan online memang diakui dengan adanya revisi Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2016. Namun angkutan online juga diminta mengikuti aturan-aturan dan jangan sampai merugikan angkutan konvensional. Pola dialog harus dikedepankan.

    Tito meminta jajaran yang di wilayahnya ada permasalahan antara ojek online dan angkot mengambil langkah-langkah proaktif. Tito mengatakan dia sudah memberikan arahan dan briefing kepada para kapolda soal masalah ini.

    Simak: Cegah Bentrok, Pimpinan Daerah Tangerang Bentuk Forum Komunikasi

    Selain itu, Kapolri minta agar semua wilayah dan polda yang ada permasalahan antara taksi online dan konvensional, dari Jabodetabek, Jakarta; Jawa Barat, Bandung-Bogor; Jawa Tengah, Solo-Semarang; Surabaya; Bali; dan Sulawesi Selatan, atau Medan, diminta segera proaktif.

    "Nah peristiwa di Bogor saya sesalkan, saya sudah tegur keras aparat yang ada di Bogor, saya anggap tidak proaktif. Padahal saya baru saja memberikan video conference dan arahan," ujarnya.

    GRANDY AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.