Banjir di Riau, Walhi: Biangnya Izin Tambang dan Kelapa Sawit

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Warga menerobos banjir luapan Sungai Kampar yang merendam badan jalan di Desa Buluhcina, Kampar, Riau, 8 Maret 2017. Sebanyak 1.300 lebih keluarga rumahnya terendam banjir akibat luapan sungai Kampar. ANTARA/Rony Muharrman

TEMPO.CO, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau menilai bencana banjir yang berkepanjangan melanda Riau diakibatkan maraknya alih fungsi lahan di bagian hulu aliran sungai kampar dan Limapuluh Kota Sumatera Barat. Walhi mencatat setidaknya 31 izin tambang dikeluarkan pemerintah di hulu Sumatera Barat yang seharusnya menjadi kawasan lindung.

"Akibatnya bendungan PLTA Kotopanjang, Kampar tidak mampu menampung derasnya debit air saat musim hujan tiba," kata Direktur Eksekutif Walhi Riau Riko Kurniawan, kepada Tempo, Kamis, 23 Maret 2017.

Baca : Warga Riau Waspadai Banjir Sungai Kampar

Menurut Riko, DAM Kotopanjang yang seharusnya bisa menahan banjir gagal menjalankan fungsinya sehingga pintu air terpaksa dibuka, debit air yang cukup deras akhirnya meluber hingga merendam pemukiman warga di kawasan sungai kampar.

Sedangkan persoalan di hiliryan Riko menambahkan, kawasan water catchment area yang seharusnya menjadi kawasan lindung beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit di wilayah Riau. Belum lagi adanya perizinan ilegal yang mengekploitasi daerah aliran sungai. Alih fungsi hutan menjadi kebun sawit dituding menjadi penyebab banjir.

"Banyaknya kawasan hutan dialihfungsikan menjadi kebun sawit membuat hutan tidak lagi mempunyai fungsi menahan air secara ekosistem," jelasnya.

Riko meminta pemerintah Riau kembali membenahi water catchment area yang telah dirusak oleh perizinan tambang maupun kelapa sawit. Pengalaman PLTA Koto panjang kata dia, hendaknya menjadi evaluasi pemerintah untuk tidak lagi membangun DAM dalam skala besar.

Simak juga : Tambang Emas Pobaya Ditutup, Kata Pemda Sulawesi Tengah

"Akibat salah pembangunan DAM ini, efeknya di musim kemarau listrik tetap padam, saat musim hujan tiba terjadi banjir, jadi artinya sama saja, kemampuan mereka mengelola air dipertanyakan," ucapnya.

Bencana banjir melanda Riau selama dua pekan akibat luapan air sungai kampar. Lebih dari dua ribu rumah warga terendam banjir di lima kabupaten di Riau seperti Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kuantan Singigi.

Setidaknya 10 ribu warga Riau terdampak banjir. Satu korban dilaporkan tewas akibat hanyut terbawa air di Pelalawan. Belakangan banjir di beberapa kawasan mulai surut. Warga pun kembali beraktivitas seperti semula.

RIYAN NOFITRA






Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

3 jam lalu

Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sedang mengkaji penerapan bekerja dari rumah atai work from home (WFH) mengantisipasi cuaca ekstrem


BPBD DKI: Waspada Potensi Banjir Rob di 8 RT Jakarta Utara

20 jam lalu

BPBD DKI: Waspada Potensi Banjir Rob di 8 RT Jakarta Utara

BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat untuk waspada akan potensi rob atau banjir pesisir di delapan lokasi di Jakarta Utara.


Kolam Olakan dan Pompa Jadi Andalan Penanggulangan Banjir di Jakarta Pusat

1 hari lalu

Kolam Olakan dan Pompa Jadi Andalan Penanggulangan Banjir di Jakarta Pusat

Upaya penanggulangan banjir di Jakarta Pusat diklaim berjalan efektif, karena angka genangan di wilayah tersebut berkurang.


Banjir Ancam Jakarta Hari Ini, Status Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1

1 hari lalu

Banjir Ancam Jakarta Hari Ini, Status Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1

BPBD DKI memberitahukan camat dan lurah di 9 wilayah terdampak banjir rob agar waspada.


Pengerukan Lumpur di Embung Dato Tonggara, Bisa Bebaskan Kramat Jati dari Banjir

2 hari lalu

Pengerukan Lumpur di Embung Dato Tonggara, Bisa Bebaskan Kramat Jati dari Banjir

Alat berat ekskavator standar dikerahkan untuk pengerukan lumpur dan sampah di embung Dato Tonggara.


Mengenali 7 Jenis Bencana Alam

2 hari lalu

Mengenali 7 Jenis Bencana Alam

Ada berbagai jenis bencana alam. Apa saja?


Menteri Basuki Minta Kebersihan Sungai Ciliwung Dijaga Biar Bisa Diwariskan

3 hari lalu

Menteri Basuki Minta Kebersihan Sungai Ciliwung Dijaga Biar Bisa Diwariskan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta masyarakat peduli pada kebersihan Sungai Ciliwung.


Gerebek Lumpur Anies Baswedan Digencarkan sejak Jakarta Kerap Banjir

4 hari lalu

Gerebek Lumpur Anies Baswedan Digencarkan sejak Jakarta Kerap Banjir

Gerebek lumpur mulai digencarkan di masa Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Pemerintah daerah fokus mengeksekusi program itu sejak Jakarta sering banjir


Banjir Rendam 3 RT di Jakarta Selatan dan Jalan Depan Aeon Mall Tanjung Barat

4 hari lalu

Banjir Rendam 3 RT di Jakarta Selatan dan Jalan Depan Aeon Mall Tanjung Barat

BPBD DKI mencatat satu ruas jalan dan tiga RT di Jakarta Selatan tergenang banjir usai hujan


Gerebek Lumpur Anies Baswedan Berlanjut, Anak Buah Heru Budi: Fokus di Lokasi Langganan Banjir

4 hari lalu

Gerebek Lumpur Anies Baswedan Berlanjut, Anak Buah Heru Budi: Fokus di Lokasi Langganan Banjir

Program gerebek lumpur yang dimulai di era Anies Baswedan mampu mengurangi titik banjir. Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono melanjutkannya.