Suap Bupati Banyuasin, Pengacara: Yan Anton Siap Bersaksi Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Musi Banyuaain Yan Anton Ferdian (YAF), mengenakan rompi oranye, usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, 5 September 2016. YAF terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Penyidik KPK di rumah dinasnya di Banyuasin, saat syukuran berangkat Haji, terkait dugaan korupsi dana alokasi khusus untuk bantuan sekolah dan bansos untuk bantuan bencana alam senilai  Rp 21 miliar. TEMPO/Subekti

    Bupati Musi Banyuaain Yan Anton Ferdian (YAF), mengenakan rompi oranye, usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, 5 September 2016. YAF terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Penyidik KPK di rumah dinasnya di Banyuasin, saat syukuran berangkat Haji, terkait dugaan korupsi dana alokasi khusus untuk bantuan sekolah dan bansos untuk bantuan bencana alam senilai Rp 21 miliar. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Palembang - Syamsul Huda, penasihat hukum Bupati Banyuasin nonaktif Yan Anton Ferdian meminta majelis hakim dan jaksa penuntut umum mempertimbangkan pengajuan kliennya menjadi justice collaborator (JC) kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada September lalu. Hal ini disampaikannya dalam nota pembelaan di hadapan mejelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang yang dipimpin Arifin. "Klien kami bersedia bersaksi untuk proses selanjutnya," kata Syamsul, Rabu, 22 Maret 2017.

    Baca juga:
    Kasus Suap, Bupati Banyuasin Yan Anton Dituntut 8 Tahun

    Menurut Syamsul, Yan layak mendapatkan status JC karena telah berlaku kooperatif, sopan, dan jujur serta mengakui segala perbuatannya selama proses hukum berjalan. Selain itu, Yan bersedia bekerja sama dengan penyidik untuk mengikis kasus korupsi di Banyuasin. Status JC penting bagi bupati yang terseret kasus suap dan ijon proyek di dinas pendidikan setempat itu karena akan menjadi pertimbangan hakim dalam memutus perkara ini. "Membebaskan seluruh dakwaan dan tuntutan atau dihukum seringan-ringannya," ujarnya.

    Sementara itu, Roy Riady, jaksa KPK, menuturkan lima terdakwa dan satu terpidana kasus ini mengajukan diri menjadi JC. Kecuali Yan Anton, pimpinan KPK telah menyetujui permohonan itu. Menurut Roy, terancam ditolaknya pengajuan Yan Anton menjadi JC karena politikus Partai Golongan Karya ini merupakan pelaku utama, sedangkan bawahan dan rekanan proyek merupakan pihak yang ikut serta. "Untuk perkara ini, kami tidak pertimbangkan pengajuan menjadi JC-nya," kata Roy.

    Baca pula:
    Jaksa Tuntut 2 Tahun Penyuap Bupati Banyuasin Yan Anton

    Meski demikian, untuk perkara lain, menurut Roy, bisa jadi KPK akan mempertimbangkannya. Sebagai pelaku utama, Yan Anton dituntut penjara paling lama 8 tahun dan dicabut hak politiknya untuk dipilih. Sedangkan empat terdakwa lain dituntut 5 tahun penjara. Adapun Zulfikar Muharrami, rekanan pemberi suap, telah divonis 18 bulan penjara.

    Dalam sidang Senin, 20 Maret 2017, Yan Anton dituntut hukuman 8 tahun penjara dan pencabutan hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani hukuman pokok. Yan juga didenda Rp 300 juta. Selain itu, sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor Harley Davidson, perhiasan, dan mobil mewah, disita negara.

    PARLIZA HENDRAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.