Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Survei: Partai Politik Makin Tidak Dipercayai Masyarakat  

image-gnews
Ilustrasi DPR. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Ilustrasi DPR. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah lembaga survei menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla semakin buruk. Akibatnya, masyarakat akan ogah memilih partai politik tanpa figur tepercaya serta antikorupsi untuk membawa perubahan bagi daerah atau negara. “Sebanyak 51,3 persen masyarakat menilai politik buruk,” ujar Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017.

Survei dilakukan menyambut 2,5 tahun pemerintahan Jokowi-Kalla. Metode yang digunakan adalah acak untuk menghitung 1.200 responden di 34 provinsi dengan angka margin of error sekitar 3 persen. Selain masalah politik, hasil sigi menyatakan masyarakat puas atas kinerja Jokowi-Kalla, tapi meminta perbaikan di sisi ekonomi, terutama lapangan pekerjaan.

Baca: Survei: Menteri Susi Dinilai Publik Paling Baik Kinerjanya

Qodari melanjutkan, masifnya ketidakpercayaan itu juga berdampak terhadap tingkat kedekatan masyarakat kepada partai. Sebanyak 62,9 persen masyarakat merasa tidak dekat dengan partai. “Efeknya, masyarakat juga tidak percaya kepada lembaga DPR,” ujarnya. Peneliti dari Indobarometer, Hadi Suprapto, menjelaskan, masyarakat semakin tidak percaya kepada partai karena banyak kader partai yang terjerat kasus hukum, termasuk korupsi.

Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirajuddin Abbas mengatakan lembaganya juga pernah mengeluarkan hasil serupa pada Oktober tahun lalu, saat dua tahun pemerintahan Jokowi-Kalla. Salah satu hasilnya, ucap dia, tingkat kedekatan partai juga menurun. “Dari di atas 10 persen menjadi tinggal 9 persen,” ucapnya.

Akibatnya, kata Sirajuddin, masyarakat ogah memilih partai ataupun legislator jika kondisi ketidakpercayaan tetap berlangsung hingga pemilu legislatif 2019. Apalagi, kata dia, ada gejala terbalik dari masyarakat akibat pemilihan kepala daerah yang menampilkan figur serta ketokohan. Sirajuddin memprediksi gejala ini akan menjalar ke pilpres karena partai berimplikasi langsung kepada setiap calon.

Baca: Hasil Survei DPR Lembaga Terkorup, Zulkifli Hasan: Jadi Koreksi

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono membenarkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap partai semakin buruk. Alasannya, ucap dia, partai tidak bisa menampilkan transparansi keuangan kepada masyarakat. Partai, menurut dia, juga masih lebih fokus mencari kekuasaan dan kurang mempedulikan kepentingan masyarakat, seperti meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan serta menjamin kesehatan. “Kami akui ini,” tuturnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Begitu juga dengan DPR. Menurut Agung, banyak faktor yang menyebabkan masyarakat tidak percaya kepada DPR, yang merupakan cerminan partai. Selain karena ada kader yang terseret kasus hukum, seperti korupsi, ucap dia, produk undang-undang yang merupakan pekerjaan DPR pun semakin berkurang.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan masalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai dari dulu tidak pernah berubah. “Anggota Dewan perlu ditingkatkan kualitasnya agar kepercayaan publik lebih tinggi,” kata dia.

Baca: Survei Indo Barometer: Popularitas AHY Bayangi Jokowi dan Prabowo

Politikus PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, mengatakan masalah ini terjadi karena partai kurang memperhatikan figur kader yang dicalonkan, kurang dekat dengan rakyat, dan kurangnya program yang menyentuh rakyat serta kebijakan yang pro-masyarakat. “Ini masalahnya dan harus diperbaiki,” ujar anggota DPR ini. Ihwal lembaga DPR yang buruk, kata dia, hal itu tidak berubah dan konsisten ketidakbaikannya. “Rakyat percaya figur dan kebijakan.”

Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo, enggan menanggapinya. Dia meminta hal itu ditanyakan ke menteri yang terkait. Begitu pun dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pesan aplikasi yang Tempo kirim hanya dia baca.

AHMAD FAIZ

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Tanggapan PPP dan PKS Soal Survei Anies-Sandi Unggul di Pilkada Jakarta

36 menit lalu

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/3/2024). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.
Tanggapan PPP dan PKS Soal Survei Anies-Sandi Unggul di Pilkada Jakarta

Politikus PPP dan PKS merespons hasil survei Indikator politik yang menyebut duet Anies-Sandi menempati posisi teratas di Pilkada Jakarta.


Indikator Sebut Duet Anies-Sandiaga Teratas pada Simulasi Paslon di Pilkada Jakarta

2 jam lalu

Mantan wagub DKI Sandiaga Uno mengucapkan selamat ulang tahun untuk Gubernur DKI Anies Baswedan di akun twitternya. Twitter.com
Indikator Sebut Duet Anies-Sandiaga Teratas pada Simulasi Paslon di Pilkada Jakarta

Indikator politik merilis sigi ihwal simulasi pasangan calon di Pilkada Jakarta, duet Anies-Sandiaga menempati posisi teratas.


Survei SMRC: Dua Anak Mantan Bupati Bersaing di Pilkada Sragen

6 hari lalu

Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO
Survei SMRC: Dua Anak Mantan Bupati Bersaing di Pilkada Sragen

Dua anak mantan Bupati Sragen menduduki peringkat atas bakal calon bupati di Pilkada Sragen, berdasarkan hasil survei SMRC Jakarta.


Survei: 72 Persen Responden Minta Benjamin Netanyahu Mengundurkan Diri

11 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-pemerintah melancarkan demonstrasi berkepanjangan yang menyerukan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengundurkan diri. REUTERS
Survei: 72 Persen Responden Minta Benjamin Netanyahu Mengundurkan Diri

Hasil survei mengungkap hampir tiga perempat warga Israel menginginkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengundurkan diri


Kata Ridwan Kamil soal Maju di Pilkada Jabar atau Jakarta

13 hari lalu

Golkar Belum Putuskan Ridwan Kamil Berlaga di Pilgub Jabar atau Jakarta
Kata Ridwan Kamil soal Maju di Pilkada Jabar atau Jakarta

Ridwan Kamil masih terus berikhtiar meningkatkan elektabilitasnya di Pilkada Jakarta. Ia mengatakan, tak mengukur takdir lewat survei.


Survei MarkPlus: Bell Raih Indeks Kepuasan Tinggi di Indonesia

13 hari lalu

Helikopter Bell (Foto: Bell)
Survei MarkPlus: Bell Raih Indeks Kepuasan Tinggi di Indonesia

Survei tersebut dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 21 dari 28 operator helikopter Bell di Indonesia.


Namanya Redup di Bursa Pilgub Jakarta, Ridwan Kamil: Jangan Ukur Takdir dari Survei

14 hari lalu

Baliho Ridwan Kamil OTW Jakarta. Foto: Instagram.
Namanya Redup di Bursa Pilgub Jakarta, Ridwan Kamil: Jangan Ukur Takdir dari Survei

Ridwan Kamil masih terus berikhtiar meningkatkan elektabilitasnya di Pilgub Jakarta. Ia mengatakan tak mengukur takdir lewat survei.


Respons PKB-PDIP-PKS soal Elektabilitas Kaesang Unggul di Pilkada Jateng

14 hari lalu

Kaesang Pangarep menegaskan, PSI tidak menutup pintu komunikasi dengan siapapun untuk berkoalisi dalam Pilkada 2024.
Respons PKB-PDIP-PKS soal Elektabilitas Kaesang Unggul di Pilkada Jateng

Hasil sigi Indikator Politik Indonesia menyebutkan elektabilitas Kaesang unggul di Pilkada Jateng. Apa respons PKB, PDIP, dan PKS?


Survei: Tingkat Kepuasan Warga Jerman ke Pemerintah Anjlok

16 hari lalu

Pengunjung mendatangi kios permen dalam malam pembukaan Pasar Natal tahunan di Gendarmenmarkt, Berlin, Jerman, 23 November 2015. Dalam Pasar Natal terdapat banyak stan penjual minuman, makanan, mainan, kerajinan tangan, dan juga pernak-pernik Natal. Sean Gallup/Getty Images
Survei: Tingkat Kepuasan Warga Jerman ke Pemerintah Anjlok

Survei terbaru mengungkap responden yang merupakan warga Jerman, tidak puas dengan pemerintahan mereka saat ini.


Sikapi Hasil Survei, Partai Gerindra Pertimbangkan Kadernya Maju di Pilkada Jateng

16 hari lalu

Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui usai menghadiri acara Silaturahmi dan Tasyakuran DPD Gerindra DKI Jakarta di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Mei 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Sikapi Hasil Survei, Partai Gerindra Pertimbangkan Kadernya Maju di Pilkada Jateng

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku pihaknya tidak bisa berpatokan kepada hasil survei terkait Pilkada Jateng.