Dinda Siswi SMA di Garut Dibunuh, Pelakunya Maling yang Kepergok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Garut - Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat, menangkap terduga pelaku pembunuhan Dinda, 15 tahun, siswa sekolah menengah atas di Kecamatan Kadungora, Rabu pagi, 22 Maret 2017. Pelaku ditangkap beberapa jam seusai kejadian.

    Pelaku bernama Dayat Nurhidayat, 23 tahun, warga Kampung Mekarsari, Desa Telagasari, Kecamatan Kadungora. Pelaku juga merupakan tetangga korban yang berada di seberang jalan. "Pelaku sudah diamankan di Markas Polres Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar juru bicara Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Yusri Yunus.

    Baca: Diduga Dibunuh, Siswa SMA Garut Tewas di Rumahnya Berlumuran Darah

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan sadis itu berawal saat pelaku hendak mencuri di warung milik orang tua korban. Namun niat pelaku kepergok Dinda. Korban pun berusaha melempar pelaku dengan piring. Namun pelaku berhasil menyeret korban ke kamar dengan cara dicekik.

    Dinda berusaha melawan dengan mencakar tangan pencuri. Dia juga berusaha mengambil pisau di atas meja, tapi berhasil direbut Dayat. Pelaku lalu membanting tubuh Dinda hingga jatuh. "Pelaku menggorok leher korban yang terjatuh di lantai," ujar Yusri.

    Melihat korban bersimbah darah, pelaku berusaha melarikan diri. Untuk menghilangkan jejak, pelaku mencuci pisau dan tubuhnya yang terkena darah korban di kamar mandi. Pelaku juga mengganti celana dan baju. Sedangkan baju, celana, dan pisau dimasukkan ke dalam ember dan disembunyikan di dekat pencucian mobil yang tak jauh dari rumah korban.

    Simak: Detik-detik Meninggalnya Patmi, Peserta Dipasung Semen

    Sebelum melarikan diri, Dayat sempat membawa barang yang ada di rumah korban. Hasil curian Dayat itu berupa rokok dan telepon genggam korban. Namun rokok hasil curian disembunyikan Dayat di bawah tangga rumah tetangga korban. "Pelaku juga berpura-pura membantu keluarga korban saat warga mendatangi tempat kejadian," tutur Yusri.

    Selain menangkap pelaku, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 pisau; 1 telepon seluler merek Lenovo; 3 bungkus rokok masing-masing bermerek Marlboro, Dunhill, dan Djarum Super; ember; kemeja hitam biru; serta celana pendek jins hitam.

    SIGIT ZULMUNIR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.