Tinjau Rajamangala University, JK Ingin Dorong Program Vokasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla meluncurkan program vokasi industri di Mojokerto, Jawa Timur. ISHOMUDDIN

    Wakil Presiden Jusuf Kalla meluncurkan program vokasi industri di Mojokerto, Jawa Timur. ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak hanya menerima gelar doktor honoris causa dari Rajamangala University of Technology, tapi juga pengetahuan mengenai pendidikan vokasi. Setelah berbincang dengan dewan rektorat kampus yang berada di Distrik Tanyaburi itu, Wakil Presiden semakin yakin pentingnya pendidikan vokasi (kejuruan) dengan standardisasi di Indonesia.

    ”Misalnya, Rajamangala University ini ada sembilan kampus, tapi disamakan kualitasnya dengan lebih banyak prakteknya,” kata Wakil Presiden setelah menerima gelar tersebut, Rabu, 22 Maret 2017.

    Baca:
    Kembangkan Program Vokasi, Industri Bakal Dapat ...
    Jusuf Kalla Luncurkan Program Vokasi Industri di Jawa ...

    Wakil Presiden menjelaskan, pendidikan vokasi penting untuk Indonesia karena akan menyiapkan anak muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Jika mendapatkan anak muda yang sesuai dengan keperluan, industri akan makin maju.

    Standardisasi juga penting untuk memastikan setiap anak muda Indonesia mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. Standardisasi itu juga harus sesuai dengan perkembangan industri di Indonesia.

    Baca juga:
    Kapal Tongkang Merusak Terumbu Karang Taman Nasional Karimunjawa
    Kasus Pajak, KPK Kaji Fakta Sidang Terkait Syahrini, Fadli, Fahri

    Untuk mempermudah standardisasi dan pendidikan vokasi, Jusuf Kalla memandang kerja sama pendidikan dengan industri menjadi hal yang mutlak. Dengan demikian, perguruan tinggi mengetahui kebutuhan industri. Pengembangan standardisasi diperlukan agar sesuai dengan kebutuhan industri lantaran teknologi terus berkembang. “Tak ada negara maju tanpa pendidikan maju,” ujarnya.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.