Bea Cukai Riau - Sumbar Sita Barang Ilegal Senilai Rp 54 Miliar

Reporter

Direktorat Jenderal Bea Cukai memusnahkan minuman beralkohol dan rokok ilegal hasil operasi di Jakarta, 6 Oktober 2015. Total barang yang dimusnahkan 2 Juta batang rokok dan 12.967 botol minuman beralkohol dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 5,8 Miliar. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Pekanbaru - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Riau - Sumatera Barat menyita sejumlah barang yang diselundupkan secara ilegal senilai Rp 54 miliar. Penindakan tersebut diklaim telah menekan kerugian negara hingga Rp 9 miliar dari aktivitas penyelundupan tersebut.

"Barang yang disita merupakan hasil 168 penindakan di wilayah Riau-Sumatera Barat," kata Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Riau-Sumbar, Yusmariza, di Pekanbaru, Selasa, 21 Maret 2017.

Baca juga:
Bea Cukai Musnahkan Barang-barang Ilegal

Menurut Yusmariza, komoditi rokok yang diedarkan secara ilegal masif terjadi di Riau dan Sumbar mencapai 64 kasus. Peredaran rokok tanpa cukai dinilai menjadi komoditi paling banyak menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 7,2 miliar. Disusul minuman keras sebanyak enam kasus dengan potensi kerugian negara Rp 1,1 miliar. Kemudian penyelundupan handphone dan aksesorisnya sebanyak tiga kasus dengan potensi kerugian negara Rp 436 juta.

Yusmariza menjelaskan, sebanyak 49 kasus masih dalam penyelidikan, sedangkan satu kasus terkait penyelundupan barang telah dinyatakan lengkap atau P21 segera dilimpahkan ke pengadilan. "Penyelundupan bawang terkait pidana kepabean dengan satu tersangka," ujarnya.

Baca pula:
Bea Cukai Dumai Musnahkan Barang Ilegal Rp 1,1 M

Yusmariza mengakui kebanyakan barang yang disita telah ditinggal kabur oleh pemiliknya. Dalam modus penyelundupan, pelaku kerap kali menggunakan pola terputus sehingga petugas kesulitan dalam menetapkan tersangka.

Kebanyakan kata dia, barang yang berhasil ditangkap telah berada di tangan jasa angkutan yang tidak tahu sama sekali soal barang selundupan. "Mereka menggunakan supir yang tidak dikenalnya, dan supir pun tidak tahu siapa pemilik barang dan penampungnya, sehingga polanya terputus," kata dia.

Yusmariza tidak membantah keterbatasan personel yang berjumlah hanya 437 orang di delapan kantor cabang Riau-Sumbar membuat Bea Cukai kesulitan dalam mengawal garis pantai di kedua provinsi tersebut, sehingga aktivias penyelundupan masih terus terjadi di dua wilayah itu. "Tidak sebanding dengan luas daerah yang kami awasi, meski demikian kami tingkatkan koordinasi dengan kantor vertikal dan juga instansi terkait lainnya," ujarnya.

Namun dia membantah Bea Cukai kecolongan dalam upaya penyelundupan yang masif terjadi saban hari di Riau dan Sumbar. Menurut dia, selagi aktivitas penyelundupan masih menjanjikan keuntungan yang besar, pelanggaran kepabeanan akan terus terjadi. Dalam hal ini kata dia, Bea Cukai bertugas dalam mencegah terjadinya aksi penyelundupan yang mampu menekan kerugian negara.

"Saya rasa ini bukan kecolongan, dalam setiap kesempatan operasi pasar kami juga sosialisasikan kepada masyarakat, ini adalah tugas kami dalam mencegah terjadinya pelanggaran," katanya.

RIYAN NOFITRA






Penyelundupan 12 WNI Digagalkan Imigrasi Malaysia, Bayar Tekong Rp10 Juta

27 hari lalu

Penyelundupan 12 WNI Digagalkan Imigrasi Malaysia, Bayar Tekong Rp10 Juta

Kantor Imigrasi Malaysia Johor menggagalkan upaya penyelundupan 12 WNI dan menangkap dua orang lokal yang membawa mereka masuk dari Singapura.


Sengkarut Harga Beras: Mulai dari Klaim Stok Aman, Dugaan Penyelundupan Hingga Opsi Impor

53 hari lalu

Sengkarut Harga Beras: Mulai dari Klaim Stok Aman, Dugaan Penyelundupan Hingga Opsi Impor

Kenaikan harga beras belakangan ini dinilai tak wajar. Pemerintah diharapkan tak buru-buru mengambil opsi impor untuk mengendalikan harga.


Buron 2 Tahun, Bos Organisasi Perdagangan Manusia Dibekuk

54 hari lalu

Buron 2 Tahun, Bos Organisasi Perdagangan Manusia Dibekuk

Temesghen Ghebru Ghebremedhin, 35 tahun, terduga bos perdagangan manusia, ditangkap di Ethiopia setelah dua tahun dalam pelarian


Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyundupan Benih Lobster Senilai Rp 3,9 Miliar

9 September 2022

Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyundupan Benih Lobster Senilai Rp 3,9 Miliar

Penyelundup benih lobster di Bandara Soekarno-Hatta itu terancam hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.


Begini Besaran Tarif Ojek Online Naik Mulai Lusa: Sebagian Pengemudi Ojol Pekanbaru Senang

8 September 2022

Begini Besaran Tarif Ojek Online Naik Mulai Lusa: Sebagian Pengemudi Ojol Pekanbaru Senang

Kebijakan tarif ojek online baru diumumkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno dalam konferensi pers virtual, kemarin.


Bakamla Tangkap Tanker Penyelundup BBM di Batam

27 Agustus 2022

Bakamla Tangkap Tanker Penyelundup BBM di Batam

Kejadian tersebut bermula saat petugas Bakamla berpatroli mendeteksi adanya sebuah tanker mencurigakan.


MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

26 Agustus 2022

MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

Boyamin menduga kapal tersebut mengangkut limbah beracun seberat 5.500 ton dan disamarkan dengan dokumen sebagai minyak bumi.


Pecahkan Rekor, Australia Sita Sabu Senilai Rp16,5 Triliun

26 Agustus 2022

Pecahkan Rekor, Australia Sita Sabu Senilai Rp16,5 Triliun

Polisi Australia mengumumkan bahwa mereka telah menyita sabu senilai sekitar A$1,6 miliar atau Rp16,5 triliun dari Timur Tengah


Bea Cukai Rusia Gagalkan Penyelundupan 225 Kilo Emas Batangan

19 Agustus 2022

Bea Cukai Rusia Gagalkan Penyelundupan 225 Kilo Emas Batangan

Petugas Bea Cukai Rusia curiga saat ada penumpang yang terseok-seok menyeret koper mereka kendati itu adalah koper dengan roda.


Kisah Jenderal Hoegeng Heroik Tangani Beberapa Kasus Besar

15 Juli 2022

Kisah Jenderal Hoegeng Heroik Tangani Beberapa Kasus Besar

Mesikpun hanya menjabat 3 tahun menjabat sebagai Kapolri namun Hoegeng Iman Santoso membawa perubahan besar dalam tubuh Kepolisian