Jawa Barat Tebar Beasiswa untuk Kuliah di Luar Negeri

Reporter

Ilustrasi biaya pendidikan. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, mulai tahun ini beasiswa perguruan tinggi yang disediakan pemerintah provinsi bisa ditujukan bagi mahasiswa yang kuliah di luar negeri.

"Kalau sebelumnya siswa asal Jawa Barat kuliah di Jawa Barat, kalau sekarang membuka kesempatan anak-anak terbaik Jawa Barat kita bantu kuliah di luar negeri, tapi perguruan tingginya masih terbatas," kata dia selepas menemani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bertemu dengan perwakilan Universitas Indonesia di Gedung Sate, Bandung, Selasa, 21 Maret 2017.

Baca juga:
Untuk Beasiswa Tak Mampu, Alumni IPB Sukses ...

Hadadi mengatakan, tahun ini pemerintah provinsi menyediakan Rp 40 miliar untuk beasiswa bagi mahasiswa untuk studi S1 hingga program Doktor. "Alokasi total untuk seluruh beasiswa itu Rp 40 miliar, itu untuk dalam dan luar negeri," katanya.

Menurut Hadadi, pemberian beasiswa untuk sekolah di luar negeri diakuinya masih terbatas. Baru satu yang sudah berjalan yakni Al Azhar di Kairo, Mesir, dan tengah dalam penjajakan satu lagi di Turki. "Turki itu punya mekanisme 80 persen dibiayai pemerintah Turki, di universitas ternamanya, kita bantu 20 persen. Pendanaannya khusus dan sudah ada MoU dengan gubernur," kata dia.

Hadadi mengatakan, keterbatasa alokasi dana beasiswa untuk perguruan tinggi di luar negeri itu yang menjadi kendala. Di Eropa misalnya, biaya kuliahnya mahal. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan memberikan beasiswa dengan skema bantuan. "Kalau sifatnya bantuan, oke, tapi kalau total dari kami, berat," kata dia.

Pemerintah Proivnsi Jawa Barat saat ini tengah mengevaluasi kerjasama pemberian beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi. "Evaluasi itu untuk memutuskan melanjutkan kerjasamanya, kalau progresnya kurang bagus, mohon maaf mungkin di tinggal," kata Hadadi.

Beasiswa yang diberikan itu per tahun anggaran. Untuk mahasiswa S1 Rp 6 juta, mahasiswa S2 Rp 12 juta, dan mahasiswa S3 Rp 16 juta. Porsi terbatas diberikan pada penghafal Al Quran yakni Rp 50 juta untuk sekali pemberian. "Bagi penghapal Al Quran dia mau kuliah di luar negeri, di dalam negeri komponennya tidak hanya biaya kuliah tapi juga living cost, buku, dan lain-lain totalnya itu," kata Hadadi.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pertemuan dengan perwakilan Universitas Indonesia itu misalnya membahas soal perpanjangan kerjasama dengan perguruan tinggi itu yang sebagiannya berada di wilayah Jawa Barat. "Kita akan perbarui kerjasama dengan UI," kata dia di Bandung, Selasa, 21 Maret 2017.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah provinsi tertarik untuk memperbesar beasiswa bagi dokter spesialis untuk berpraktek di daerah pelosok dengan adanya rencana UI memindahkan seluruh Fakultas Kedokterannya di Kampus Depok, sekaligus membangun Rumah Sakit Umum Pendidikan di kampus UI Depok. “Ini akan menjadi rumah sakit besar, berguna, dan berpengaruh,” kata dia.

Menurut Aher, jumlah dokter umum di Jawa Barat memadai, yang kurang dokter spesialis terutama untuk ditempatkan di rumah sakit baru yang akan didirkan di Jampang Kulon dan Pameungpeuk. "Kalau mengambil calon dokter dari daerah relatif lebih betah dibandingkan dari luar daerah masuk ke daerah tersebut," kata dia.

Kepala Sub Direktorat Kerjasama Pemerintah, Direktorat Kerjasama, Universitas Indonesia, Suryadi mengatakan, kerjasama UI dan pemerintah Jawa Barat akan diperbarui lagi tahun ini. "ini perpanjangan MoU tiap 3 tahun," kata dia di Bandung, Selasa, 21 Maret 2017.

Suryadi mengatakan, salah satu kerjasama dengan pemerintah Jawa Barat membuka jalur afirmasi bagi pelajar asal Jawa Barat untuk kuliah di UI. "Kita sesuaikan dengan kebutuhan yang ada," kata dia. Kerjasama itu juga mengenai pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal Jawa Barat yang kuliah di UI.

AHMAD FIKRI

Simak:
Menteri Muhadjir: Akan Ada Sanksi dalam Kecurangan USBN dan UN






Beasiswa BSI untuk S1, Simak Cara dan Syarat Pendaftarannya

12 jam lalu

Beasiswa BSI untuk S1, Simak Cara dan Syarat Pendaftarannya

Beasiswa Bank Syariah Indonesia bersedia tanggung UKT Rp 3 juta plus uang bulanan. Mau?


Catatan Sejarah Paris van Java Menjadi Julukan Kota Bandung

15 jam lalu

Catatan Sejarah Paris van Java Menjadi Julukan Kota Bandung

Julukan Paris van Java untuk Kota Bandung mulai mencuat ketika acara Kongres Internasional Arsitektur Modern di Swiss pada Juni 1928.


Hari Ini 212 Tahun Lalu, Kota Bandung Diresmikan Daendels

1 hari lalu

Hari Ini 212 Tahun Lalu, Kota Bandung Diresmikan Daendels

Herman Williem Daendels meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang memindahkan ibu kota kabupaten melalui surat tanggal 25 Mei 1810.


Siapkan Talenta Digital, ZTE Siap Tampung Alumnus Baru Telkom University

2 hari lalu

Siapkan Talenta Digital, ZTE Siap Tampung Alumnus Baru Telkom University

Program 5G Rising Star ZTE memberikan kesempatan pendidikan serta kesempatan kerja kepada puluhan talenta digital Indonesia.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: vivo X Fold+, OnePlus 11 Pro, Beasiswa Korea

4 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: vivo X Fold+, OnePlus 11 Pro, Beasiswa Korea

Topik tentang ponsel vivo X Fold+ akan meluncur akhir bulan ini menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Pemerintah Siapkan Anggaran untuk 3.256 Mahasiswa di LPDP 2023

4 hari lalu

Pemerintah Siapkan Anggaran untuk 3.256 Mahasiswa di LPDP 2023

Pemerintah juga memastikan anggaran untuk 7.047 mahasiswa yang sudah menerima beasiswa LPDP saat ini.


ZTE Gandeng UGM untuk Dukung Pengembangan SDM

4 hari lalu

ZTE Gandeng UGM untuk Dukung Pengembangan SDM

ZTE akan memberikan dukungan dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa program magister untuk mahasiswa UGM.


Tersedia, 10 Kuota Beasiswa Kuliah dari Pemerintah Korea untuk Siswa Indonesia

4 hari lalu

Tersedia, 10 Kuota Beasiswa Kuliah dari Pemerintah Korea untuk Siswa Indonesia

Penerima beasiswa antara lain akan menerima tunjangan biaya hidup di Korea sebesar Rp 9,6 juta per bulan.


Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa, Apa Motivasinya?

6 hari lalu

Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa, Apa Motivasinya?

Sebelum meraih doktor, Ahdi adalah juga penyandang gelar master dari dua program studi berbeda. Seluruh 8 anaknya bergelar master.


Mischka Aoki dan Devon Kei Ambil Program Advance di Sekolah Hollywood

7 hari lalu

Mischka Aoki dan Devon Kei Ambil Program Advance di Sekolah Hollywood

Mischka Aoki dan Devon Kei juga mengabarkan absen dulu dari seluruh agenda olimpiade sains dan matematika. Kenapa?