Teten: Aksi Itu Hak, Cuma Jangan Nyemen Kaki, Itu Membahayakan

Reporter

Teten Masduki saat dilantik menjadi Kepala Staf Presiden di Istana Negara, Jakarta, 2 September 2015. Teten Masduki menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan duka cita atas meninggalnya Patmi, peserta aksi semen kaki petani yang menolak keberadaan pabrik semen di Rembang Jawa Tengah. Meski kemungkinan besar penyebab kematian pengunjuk rasa tersebut karena serangan jantung, Teten mengimbau ke depannya penyampaian pendapat dilakukan dengan tak mengambil risiko keselamatan.

"Kalau aksi itu hak demokrasi, cuma jangan nyemen lagilah, itukan membahayakan kesehatan," kata Teten di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam 21 Maret 2017.

Baca berita lainnya: 10 Kode dan Sandi dalam Kasus-kasus Korupsi

Patmi, yang usianya sekitar 40 tahun, meninggal dunia beberapa jam setelah melakukan aksi semen kaki pada Senin 20 Maret 2017. Sebetulnya telah ada perwakilan petani yang diterima Teten Masduki. Usai pertemuan, ada petani yang tetap melanjutkan aksi semen kaki, ada pula yang pulang ke kampung halamannya, termasuk Patmi. Namun pada Selasa dini hari saat di YLBHI, Patmi mengeluh kurang enak badan. Dia kejang-kejang dan muntah. Patmi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sint Carolus Salemba. Namun nyawanya tak bisa diselamatkan sebelum sampai di rumah sakit.

Sementara itu, dokter menduga penyebab kematian Patmi karena serangan jantung. Dokter spesialis saraf Yuda Turana menilai aksi pasung kaki dengan semen itu bisa berakibat pada kerusakan jaringan kulit dan mengganggu aliran darah. "Kaki di semen akan mengganggu kesehatan kulit dan oksigenasi ke kulit juga dan memperlambat aliran darah ke kaki," kata dia saat dihubungi Tempo, Selasa, 21 Maret 2017.

Bahkan, kata Yuda, pemakaian semen yang terlalu rekat bisa berdampak pada kerusakan atau kematian jaringan. "Kalau pas disemen kakinya masih bergerak-gerak, artinya ada rongga sehingga semennya tidak terlalu mencengkeram kaki. Itu tidak masalah," tutur dia.

Yuda berpendapat efek itu hanya akan terjadi pada area kulit kaki dan tidak akan menjalar ke mana-mana. "Kemungkinan kerusakan jaringan ada, itu yang paling mungkin, apakah pembekuan itu bisa menjadi sumber koagulasi sehingga menyebabkan stroke atau penyakit apa saya rasa terlalu jauh," ucapnya.

Baca berita lainnya: KPAI Minta Masyarakat Tak Membesar-besarkan Isu Penculikan Anak

Dokter spesialis ortopedi Briliantono sependapat dengan Yuda. Menurut dia, aksi pasung kaki dengan semen hanya akan berdampak jika semen mengenai kulit saja. Jika kulit tak bersentuhan langsung dengan semen, kata dia, tidak berpengaruh. "Nggak ada masalah, sama saja kamu patah tulang di gips seminggu dua minggu sebulan, ya nggak apa-apa," kata pria yang akrab disapa Tony ini.

Tony mengatakan efek paling parah yang bisa terjadi jika semen mengenai kulit adalah melepuh dan keras. "Kalau kena kulit, kulitnya melepuh, kan semennya nempel. Kalau ada kontak langsung ya paling parah kalau kena kulit, kulitnya keras," dia menjelaskan.

AMIRULLAH SUHADA | MAYA AYU PUSPITASARI






Memphis Bubarkan Unit Polisi setelah Pemukulan Fatal

2 hari lalu

Memphis Bubarkan Unit Polisi setelah Pemukulan Fatal

Para pengkritik mengatakan tim polisi khusus semacam ini cenderung menggunakan taktik-taktik kekerasan.


Perpu Cipta Kerja Sampai di DPR, Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi 6 Februari 2023

3 hari lalu

Perpu Cipta Kerja Sampai di DPR, Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi 6 Februari 2023

Jelang penetapan Perpu Cipta Kerja disahkan oleh DPR RI, ribuan buruh kembali akan melakukan aksi masa besar besaran di gedung wakil rakyat pada Senin, 6 Februari 2023 mendatang.


Teten Masduki Dorong Koperasi Karyawan Masuk Industri Manufaktur

6 hari lalu

Teten Masduki Dorong Koperasi Karyawan Masuk Industri Manufaktur

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong koperasi karyawan untuk masuk menjadi bagian dari ekosistem industri manufaktur di Indonesia.


Menteri Teten Masduki Dorong Nestl Kembangkan Komoditi Kopi Hingga Cokelat

6 hari lalu

Menteri Teten Masduki Dorong Nestl Kembangkan Komoditi Kopi Hingga Cokelat

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia, Teten Masduki berharap Nestle bisa jadi pemasok tidak hanya untuk produk susu.


Ramai Permintaan Masa Jabatan Diperpanjang Hingga 9 Tahun, Berapa Gaji Kepala Desa?

6 hari lalu

Ramai Permintaan Masa Jabatan Diperpanjang Hingga 9 Tahun, Berapa Gaji Kepala Desa?

Ratusan Kepala Desa menggelar aksi pekan lalu menuntut masa jabatan diperpanjang menjadi 9 tahun per periode. Berapa gaji mereka sebetulnya?


Lazada Didemo Warga Depok, Apa Sanksi bagi Perusahaan yang Tidak Melaksanakan CSR?

7 hari lalu

Lazada Didemo Warga Depok, Apa Sanksi bagi Perusahaan yang Tidak Melaksanakan CSR?

Warga Kelurahan Jatijajar Kota Depok menggelar demonstrasi di gudang Lazada menuntut agar menyerap tenaga warga sekitar minimal 30 persen dan CSR.


Menteri Teten: Yang Kita Ekspor Nanti Bumbu, Bukan Lagi Rempahnya

7 hari lalu

Menteri Teten: Yang Kita Ekspor Nanti Bumbu, Bukan Lagi Rempahnya

Menurut Teten Masduki, banyak sekali produk UMKM yang bisa dibentuk kerja sama antara ITH dengan produk-produk UMKM.


Setelah Didemo Warga Depok, Lazada Beberkan 3 Poin Kesepakatan

7 hari lalu

Setelah Didemo Warga Depok, Lazada Beberkan 3 Poin Kesepakatan

Hasil mediasi antara warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok dengan Lazada menghasilkan tiga poin.


PN Bogor Kabulkan Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dihentikan

13 hari lalu

PN Bogor Kabulkan Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dihentikan

PN Bogor mengabulkan permohonan praperadilan tiga pegawai Kemenkop UKM yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerkosaan


Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

14 hari lalu

Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

Komisi IV meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindaklanjuti isu yang beredar, antara lain demo nelayan di berbagai daerah terhadap PP 85 tahun 2021.