Venue Olahraga Asian Games Diuji Coba pada November 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 17 Maret 2017. Stadion Utama GBK saat ini masih dalam tahap proses renovasi jelang ajang Asian Games 2018 dan ditargetkan akan rampung pada Oktober 2017 mendatang. AP Photo

    Pekerja melakukan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 17 Maret 2017. Stadion Utama GBK saat ini masih dalam tahap proses renovasi jelang ajang Asian Games 2018 dan ditargetkan akan rampung pada Oktober 2017 mendatang. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis target penyelesaian pembangunan dan renovasi infrastruktur pendukung Asian Games 2018 bisa sesuai dengan jadwal. Beberapa venue bahkan diprediksi selesai pada Juni mendatang.

    Adapun renovasi beberapa venue di Gelora Bung Karno (GBK), yang ditargetkan selesai pada Juni, yaitu lapangan hoki, sepak bola A/B/C, panahan, dan tenis indoor ataupun outdoor. Sedangkan venue lain ditargetkan rampung pada Oktober tahun ini.

    Venue tersebut sudah bisa digunakan untuk test event pada November 2017. Tidak harus semua venue digunakan, hanya beberapa cabang olahraga," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Maret 2017.

    Adapun pembangunan dan renovasi di kompleks GBK terbagi menjadi tujuh paket pekerjaan konstruksi dengan total nilai kontrak Rp 1,77 triliun. Salah satu paket pembangunan dan renovasi venue olahraga tersebut adalah renovasi Stadion Utama GBK dengan nilai Rp 770 miliar. Renovasi tersebut menggandeng kontraktor PT Adhi Karya melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Penta Rekayasa.

    Kemudian, untuk pembangunan training facility GBK diperkirakan menelan biaya Rp 154 miliar dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan. Lalu renovasi stadion renang (aquatic) menelan biaya Rp 275 miliar dengan kontraktor PT Waskita Karya dan renovasi lapangan hoki, sepak bola A/B/C, dan panahan GBK memakan biaya Rp 96 miliar dengan kontraktor PT Jaya Konstruksi lewat kerja sama operasi PT Yodya Karya.

    Selanjutnya, renovasi Istana Olahraga GBK memiliki nilai kontrak Rp 132 miliar, yang dikerjakan kontraktor PT Adhi Karya dan PT Atelir Enam. Kemudian renovasi stadion tenis indoor dan outdoor center court GBK senilai Rp 93 miliar dikerjakan kontraktor PT Brantas Abipraya dan renovasi stadion madya, gedung basket, serta lapangan baseball dan softball GBK senilai Rp 213 miliar dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dan PT Arkonin.

    “Progres pekerjaan ketujuh paket tersebut per-17 Maret 2017 telah mencapai 32,47 persen dan ditargetkan rampung seluruhnya pada November dan Desember 2017,” ujar Basuki.

    Basuki menuturkan Kementerian PUPR mendapatkan tugas tambahan membangun dua venue olahraga untuk jet ski dan layar di Ancol. Selain membangun venue olahraga, kementerian juga ditugaskan membangun hutan kota GBK dan elevated parking, yang direncanakan akan menggunakan lokasi driving range golf di GBK. “Penambahan tersebut saat ini sedang dalam tahap survei dan desain. Kebutuhan dana diperkirakan Rp 250 miliar,” ujar Basuki.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.