Bertemu 17 Kepala Daerah Soal Teluk Bone, Ini Pesan Menteri Susi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti geram mendapati laut  di Desa Hakatutobu Kabupaten Kolaka, tercemar sedimen akibat aktifitas tambang nikel saat melakukan sidak, 20 Maret 2017 di Kabupaten Kolaka.  TEMPO/ROSNIAWANTY

    Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti geram mendapati laut di Desa Hakatutobu Kabupaten Kolaka, tercemar sedimen akibat aktifitas tambang nikel saat melakukan sidak, 20 Maret 2017 di Kabupaten Kolaka. TEMPO/ROSNIAWANTY

    TEMPO.CO, Kendari - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu dengan 17 wali kota/bupati dari provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara di Kolaka, Selasa, 21 Maret 2017. Pertemuan itu membahas Kerja Sama Ekonomi dan Konservasi Sumber Daya Laut-Pesisir di Kawasan Teluk Bone. 

    "Saya berpesan kepada seluruh kepala daerah yang ada di kawasan Teluk Bone, seluruh wali kota dan bupati, jangan sampai lengah mengawasi perairan Teluk Bone", ujar Susi dalam pertemuan itu.

    Susi mengatakan Teluk Bone merupakan kawasan strategis yang menyimpan potensi sumber daya alam kelautan berlimpah. Potensi ini dapat menyokong roda perekonomian bagi daerah-daerah yang berada di kawasan Teluk Bone

    Susi mengimbau agar pembangunan industri pertambangan dan perkebunan yang berada di kawasan Teluk Bone tidak menghilangkan ciri khas budaya dan pergerakan ekonomi masyarakat setempat. "Apabila pemerintah daerah setempat tidak mendukung ekonomi masyarakat, masyarakat akan terpinggirkan," kata dia. "Apalagi jika dikuasai korporasi, masyarakat nanti akan menjadi penonton saja."

    Baca: Nyentriknya Menteri Susi, Naik Mobil Bak Polisi Sampai Makan Bakso

    Susi berharap, dengan kerja sama kota/kabupaten lintas provinsi ini, ekonomi maritim di kawasan Teluk Bone akan meningkat. "Jangan sampai ekonomi globalisasi mengubah Indonesia, yang semula negara produsen, menjadi negara konsumen. Sekarang Indonesia harus menjadi titik tolak ekonomi regional," ujarnya.

    Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengatakan Teluk Bone dikenal dengan sebutan Negeri Panrita Lopi. Kawasan ini dulunya menjadi pelabuhan transit dan tujuan kapal dagang Majapahit. “Teluk Bone memiliki potensi yang melimpah dan diharapkan menggeliat sebagai salah satu pusat ekonomi Nusantara,” ucapnya.

    Dalam pertemuan itu kepala daerah yang hadir telah menyepakati sejumlah poin. Di antaranya tentang perlu adanya evaluasi rencana tata ruang (RTRW) Pulau Sulawesi serta RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Disepakati juga untuk merevitalisasi kawasan Teluk Bone sebagai kawasan andalan strategis dalam perencanaan dan penganggaran pusat.

    Selain itu diusulkan untuk mengagendakan wisata berbasis maritim di kawasan Teluk Bone. Bentuknya adalah Sail Teluk Bone. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan potensi bahari dan sumber daya alam kawasan Teluk Bone kepada dunia internasional.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.