Kementerian Kelautan Tangkap 17 Kapal Ikan Asing Ilegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satgas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Polda Kepri dan TNI AL meledakkan lima kapal nelayan asing di Perairan Batam, Kepulauan Riau, 5 April 2016. Pihak berwajib meledakkan empat kapal nelayan Malaysia dan satu kapal nelayan Vietnam. ANTARA/M N Kanwa

    Satgas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Polda Kepri dan TNI AL meledakkan lima kapal nelayan asing di Perairan Batam, Kepulauan Riau, 5 April 2016. Pihak berwajib meledakkan empat kapal nelayan Malaysia dan satu kapal nelayan Vietnam. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap 17 kapal ikan asing ilegal yang beroperasi di perairan Indonesia.

    "Setelah menangkap empat KIA (kapal ikan asing) ilegal berbendera Vietnam pada 7 Maret 2017, kali ini 17 KIA ilegal berhasil ditangkap karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan Eko Djalmo Asmadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.

    Baca juga: Empat Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap di Perairan Natuna

    Eko berujar, penangkapan 17 kapal tersebut dilakukan di perairan Natuna, Kepulauan Riau, dan perairan Sulawesi Utara oleh empat armada kapal pengawas yang berbeda.

    Penangkapan pertama dilakukan kapal pengawas (KP) Hiu 12 pada 12 Maret 2017 di perairan Natuna, Kepulauan Riau, terhadap lima kapal ikan asing berbendera Vietnam. Dalam penangkapan itu, 44 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Vietnam diamankan.

    Kelima kapal ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) dengan tidak dilengkapi dokumen yang sah dari pihak yang berwenang serta menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl.

    Simak pula: Susi: Kapal Malaysia Curi Ikan, Apa Itu Rekreasi?

    Pada 13 Maret 2017, KP Orca 01 menangkap dua kapal ikan Vietnam di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sekitar Natuna, Kepulauan Riau. Kedua kapal yang ditangkap diawaki 13 ABK berkewarganegaraan Vietnam, yang juga ditangkap karena tidak dilengkapi izin dan menggunakan alat tangkap terlarang.

    Berikutnya, 14 Maret 2017, KP Hiu Macan Tutul 02 menangkap enam KIA berbendera Vietnam yang juga tidak dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah Indonesia.

    Dalam penangkapan kapal tersebut, 57 orang berkewarganegaraan Vietnam diamankan. "Sebelas kapal berbendera Vietnam hasil tangkapan KP Hiu 12 dan KP Hiu Macan Tutul 02 dikawal dan telah tiba di pangkalan PSDKP (Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) Batam pada 19 Maret 2017," tuturnya.

    Lihat juga: Masuki Indonesia, Dua Kapal Nelayan Filipina Ditangkap

    Sedangkan dua kapal Vietnam hasil tangkapan KP Orca 01 dikawal ke Satuan Pengawasan Anambas, Kepulauan Riau. Selanjutnya kapal-kapal tersebut akan diproses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan.

    Di lokasi perairan yang berbeda, KP Hiu Macan 03 menangkap empat kapal ikan asing ilegal asal Filipina di perairan Sulawesi pada 17 Maret 2017. Kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran dengan sangkaan tindak pidana perikanan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah menjadi UU Nomor 45 Tahun 2009. Ancaman pidananya penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berkas yang Diterima dan Dalil yang Ditolak Sidang MK Pra Skors

    Inilah berkas perbaikan Tim Hukum Prabowo - Sandiaga terkait sengketa Pilpres yang diterima dan sejumlah dalil yang ditolak Sidang MK, 27 Juni 2019.