Jadi Broker Tanah, Warga Prancis di Mataram Bakal Dideportasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas imigrasi berbicara pada warga negara asing saat melakukan razia di BSD, Tangerang Selatan, 22 Oktober 2015. Dalam razia tersebut petugas mengamankan 11 warga negara asing yang tidak dapat menunjukan pasport. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas imigrasi berbicara pada warga negara asing saat melakukan razia di BSD, Tangerang Selatan, 22 Oktober 2015. Dalam razia tersebut petugas mengamankan 11 warga negara asing yang tidak dapat menunjukan pasport. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COMataram - Seorang warga negara Prancis, Jean Marc Reynier, 40 tahun, terancam dideportasi Kantor Imigrasi Mataram. Pada Ahad, 19 Maret 2017, petugas Imigrasi menemukan bukti kegiatan Reynier tidak seusai dengan kartu izin tinggal terbatas yang dia pegang. 

    Kepala Kantor Imigrasi Mataram Romi Yudianto mengatakan deportasi Reynier bakal dilakukan setelah penyelidikan dan penyidikan petugas selesai. “Yang bersangkutan meresahkan masyarakat karena melakukan broker tanah. Ada banyak pengaduan,” kata Romi, Selasa, 21 Maret 2017.

    Baca: Imigrasi Kediri Deportasi Warga Malaysia Pengidap Kaki Gajah 

    Reynier, yang semula masuk ke Indonesia menggunakan visa on arrival pada 2012, kemudian mendapatkan kartu izin tinggal terbatas (kitas) untuk bekerja di PT Kalya Development, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti. 

    Namun, berdasarkan kartu namanya, Reynier diketahui memiliki usaha Naga Indo Investment yang bergerak di bidang pendanaan dan pengembang (fund-developer). Romi masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap Reynier. “Arahnya ke deportasi,” ujar Romi.

    Simak: Aksi Mogok Angkot dan Sweeping Ojek Online di Bogor Meluas 

    Menurut Romi, sesuai dengan ketentuan, Reynier dideportasi keluar Indonesia selama enam bulan atau satu tahun. “Dia harus menunggu agar bisa masuk lagi ke Indonesia,” ucapnya.

    Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat, diketahui bahwa yang bersangkutan hanya tercatat di PT Kalya Develompent. Namun ternyata dia juga mengelola Restoran Asthari di Kuta Lombok Tengah dan Bubble Air Yoga.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.