Patmi, Petani Kendeng Peserta Aksi Dipasung Semen Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani Pegunungan Kendeng memasung kakinya dengan semen saat menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, 14 Maret 2017. Dalam aksi tersebut mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan izin pembangunan dan pertambangan pabrik PT Semen Indonesia yang diterbitkan kembali oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. TEMPO/Amston Probel

    Petani Pegunungan Kendeng memasung kakinya dengan semen saat menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, 14 Maret 2017. Dalam aksi tersebut mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan izin pembangunan dan pertambangan pabrik PT Semen Indonesia yang diterbitkan kembali oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang peserta aksi #DipasungSemen2 yang juga petani Kendeng bernama Patmi, 45 tahun, tak bisa lagi meneruskan perjuangannya menolak pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Pukul 02.55, Selasa, 21 Maret 2017, perempuan Kendeng itu meninggal diduga karena serangan jantung.

    Anggota Lembaga Hukum Masyarakat, Naila Rizki Zakiah, tersentak mendengar kabar itu. Ia mengatakan Patmi sebelumnya tak menampakkan tanda-tanda sakit. "Dinihari tadi, dia tiba-tiba kolaps. Saat dibawa ke RS Carolus, dia sudah meninggal," katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 21 Maret 2017.

    Menurut Naila, setiap hari selama aksi, selalu ada dokter yang mengecek kesehatan peserta. Pun pada hari itu, sebelum tidur para peserta dicek satu per satu. Tak ada yang menduga Patmi bakal hilang nyawa. Sebab, paginya saat aksi cor kaki, ia masih segar bugar.

    Naila berujar, pihaknya malah mengkhawatirkan seorang peserta berusia 75 tahun. "Kami khawatir drop. Tapi beliau malah kuat-kuat saja," tuturnya.

    Patmi dan puluhan peserta lain mulai mengecor kaki pada Kamis, 16 Maret 2017. Pada Senin malam, 20 Maret 2017, sebagian besar warga Kendeng bersiap-siap pulang ke kampung halamannya. Adapun aksi akan diteruskan sembilan orang.

    Patmi adalah salah satu peserta yang akan ikut pulang, sehingga cor kakinya sudah dibuka semalam. Pukul 02.30, setelah mandi, Patmi mengeluh badannya tidak nyaman. Lalu ia muntah dan kejang.

    Dokter yang mendampinginya segera melarikan Patmi ke Rumah Sakit Carolus. Namun nyawanya tak tertolong. Dokter menduga Patmi meninggal karena serangan jantung.

    Pagi ini, jenazah Patmi dipulangkan ke Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Rencananya, Patmi akan dimakamkan di desanya.

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga