Senin, 26 Februari 2018

Soal Maju Pilkada Jabar, Deddy Mizwar: Masih Lirik-Lirikan  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 21 Maret 2017 04:05 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soal Maju Pilkada Jabar, Deddy Mizwar: Masih Lirik-Lirikan  

    Gubernur Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar memainkan wayang golek di pesta rakyat De Syukron di Gedung Sate, Bandung, 23 Oktober 2015. Pesta yang digagas Pemprov ini digelar selama tiga hari ke depan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku belum memutuskan dengan partai mana akan maju dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2018. Pembicaraan juga masih terus dilakukan dengan semua partai politik. “Sekarang ini lirik-lirikan, kaya lagu dangdut,” kata Deddy di Bandung, Senin, 20 Maret 2017.

    Baca juga: Jika Berpasangan dengan Ridwan, Deddy: Lawannya Kotak Kosong

    Deddy mengatakan belum berniat mendeklarasikan diri untuk maju dalam pemilihan gubernur karena pembicaraan dengan berbagai partai belum tuntas. “Kita lihat saja. Enggak mungkin deklarasi begitu saja,” kata dia.

    Dia mengaku membuka diri dengan semua kemungkinan dalam pembicaraan bersama para bakal calon serta partai politik. “Saya enjoy saja. Alami saja berjalan, berdialog, komunikasi. Keputusannya kan ada di partai-partai ini semua. Tiba-tiba terjadi dinamika sangat besar, saya enggak dilirik lagi, atau malah dipelototin, ya, sudah. Sekarang masih lirik-lirikan,” kata Deddy.

    Deddy memilih menunggu keputusan partai yang serius mendukungnya. “Kalau didukung artinya mereka punya kepercayaan. Jangan kegeeran kita, enggak ada yang lirik, enggak ada yang pelototin, kepedean, jangan juga begitu,” ujarnya.

    Dia juga membuka diri soal posisi. Termasuk menjadi calon wakil gubernur lagi. “Jadi nomor 2 saya siap. Tapi nomor satunya siapa dulu,” ucap Deddy.

    Baca juga: Ridwan Kamil Deklarasi Cagub Jabar, Didukung NasDem

    Deddy mengaku memilih mengalir. “Mending ikut ketentuan Allah saja. Kalau enggak tercapai, pegel. Kita ikut saja. Sama kaya dulu, tiba-tiba situasi menciptakan seperti ini,” kata dia. Dia ingat saat diminta mendampingi Ahmad Heryawan dalam pemilihan gubernur lalu, yang berlangsung cepat. “Kita enggak cari-cari, Allah pertemukan, termasuk dengan calon-calon. Mudah-mudahan kalau ini menjadi kebaikan buat saya, saya minta dimudahkan. Kalau ini jadi mudarat, Allah jauhkan dari saya sekarang,” tuturnya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.