Revisi UU KPK, Pukat Tolak UGM Jadi Salah Satu Lokasi Sosialisasi  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Logo UGM. Wikipedia.org

TEMPO.CO, Yogyakarta - Seorang peneliti di Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menyatakan pihaknya menolak kampus UGM dijadikan lokasi sosialisasi revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Saat ini, Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat giat menyosialisasi rancangan undang-undang untuk merevisi UU KPK. Salah satunya akan diselenggarakan di Fakultas hukum UGM.

"Kami jelas menolak," kata Zainurrohman, peneliti di Pukat UGM, Senin, 20 Maret 2017.

Baca: Revisi UU KPK, Fahri Hamzah: Saya Ikut Presiden Jokowi

Pada Rabu, 22 Maret 2017, akan dilaksanakan seminar nasional tentang revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. DPR melakukan road show ke universitas-universitas untuk sosialisasi revisi yang oleh banyak orang dianggap melemahkan komisi antirasuah.

Sebab, menurut Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, revisi undang-undang itu justru melemahkan, bukan menguatkan. Pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK saat ini masih cukup efektif, sehingga tidak perlu ada revisi UU KPK.

"Upaya revisi UU KPK yang dilakukan saat ini akan berdampak sistematis terhadap melemahnya gerakan pemberantasan korupsi,” ucap Laode dalam seminar “Menelusuri Peran dan Kinerja DPR dalam Pemberantasan Korupsi” di kampus UGM.

Simak: Ipar Jokowi Ungkap Koper Duit Rp 1,5 Miliar dari Mohan di Mobilnya

Poin-poin yang dinilai melemahkan ruang gerak KPK antara lain penuntutan dikembalikan ke kejaksaan, pengaturan penyadapan, pembentukan dewan pengawas, kenaikan nominal anggaran kerugian yang ditangani KPK. Penuntutan dikembalikan ke kejaksaan dinilai belum saatnya dengan melihat kondisi institusi itu.

Soal penyadapan, ia menjelaskan, orang tidak akan takut disadap jika tidak melakukan kesalahan. Untuk menyadap telepon, KPK tidak boleh sembarangan dan harus didasari projusticia.

Bahkan ia menyindir institusi lain yang juga melakukan penyadapan tapi tidak dimasalahkan, yaitu kepolisian, Badan Narkotika Nasional, dan Badan Intelijen Nasional.

"Kami ini tidak takut diawasi. Kalau mau diatur, diatur semuanya. Semua institusi antikorupsi di dunia melakukan penyadapan," ujar Laode.

Baca juga: Penculikan Warga Malaysia, Pelaku Minta Tebusan Rp 50 Miliar

Dia juga menyoroti rencana menaikkan nominal kerugian negara yang ditangani KPK, yaitu dari Rp 1 miliar menjadi Rp 5 miliar. Bahkan ada rencana dinaikkan menjadi Rp 50 miliar. "KPK versi Singapura bisa menangani kerugian negara 10 dolar saja," tuturnya.

Ia menegaskan, jika DPR membuat inisiasi yang bertentangan dengan keinginan rakyat, itu justru akan menodai kepercayaan rakyat terhadap Dewan. Mereka seharusnya mendengarkan keinginan rakyat dalam pemberantasan korupsi.

Ketua Pukat UGM Zainal Arifin Mochtar dalam seminar menyatakan kewenangan DPR terlalu besar, sehingga ada kemungkinan terjadi penyelewengan.

"Kewenangan DPR terlalu luas. Fungsi pengawasan terlalu luas tanpa didukung dengan komitmen dan kemampuan yang mumpuni. Dalam beberapa kasus, justru membuka peluang terjadinya pemerasan dan aksi suap-menyuap," katanya.

MUH SYAIFULLAH







Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

5 hari lalu

Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

Royal Kencana Mansion dilengkapi dengan berbagai spot destinasi alam yang menakjubkan seperti danau, padang pasir, bunga ilalang, dan taman bunga.


Tongkat Pintar Untuk Lansia dan Tunanetra Karya Mahasiswa UGM

11 hari lalu

Tongkat Pintar Untuk Lansia dan Tunanetra Karya Mahasiswa UGM

pengembangan tongkat pintar UGM bermula dari keinginan tim menciptakan alat sederhana dengan banyak fungsi untuk memudahkan lansia dan tunanetra.


Pengamat Teknologi Informasi UGM Sebut Aktivitas Bjorka Hacktivism, Apa Itu?

13 hari lalu

Pengamat Teknologi Informasi UGM Sebut Aktivitas Bjorka Hacktivism, Apa Itu?

Pakar Teknologi Informasi UGM menilai apa yang dilakukan Bjorka sinyal kritik pemerintah untuk bebenah diri.


Mahasiswa UGM Ciptakan Robot Pendeteksi Kekeroposan Pohon

14 hari lalu

Mahasiswa UGM Ciptakan Robot Pendeteksi Kekeroposan Pohon

ekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan prototipe alat pendeteksi kekeroposan pada pohon yang diberi nama G-Ber.


Buka Toko Kelontong Sejak Mahasiswa, Granita Alumnus UGM Raup Omset Rp 380 Juta per Bulan

25 hari lalu

Buka Toko Kelontong Sejak Mahasiswa, Granita Alumnus UGM Raup Omset Rp 380 Juta per Bulan

Simak kisah Granita, alumnus UGM yang membuka toko kelontong hingga omset puluhan juta.


UGM Siap Buka Kelas Internasional Enviromental Geography

25 hari lalu

UGM Siap Buka Kelas Internasional Enviromental Geography

Fakultas Geografi UGM siap membuka membuka kelas internasional untuk program sarjana Enviromental Geography.


Tim Mahasiswa UGM Bikin Cleo, Kartu Edukatif untuk Belajar Kimia

27 hari lalu

Tim Mahasiswa UGM Bikin Cleo, Kartu Edukatif untuk Belajar Kimia

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sebuah inovasi permainan edukatif yang diberi nama Chemical Learning with Uno Card (Cleo).


Gandeng Musisi Jerman, UGM Gelar Konser Amal untuk Pasien Kanker

32 hari lalu

Gandeng Musisi Jerman, UGM Gelar Konser Amal untuk Pasien Kanker

UGM menggelar konser musik klasik dengan menggandeng musisi dari Jerman yakni Jongky Goei untuk kegiatan amal bagi pasien kanker.


UGM Wisuda 2.552 Orang, Daftar Mahasiswa Lulus Tercepat dan IPK Tertinggi

33 hari lalu

UGM Wisuda 2.552 Orang, Daftar Mahasiswa Lulus Tercepat dan IPK Tertinggi

UGM kembali menggelar prosesi wisuda program Sarjana dan Diploma pada 24-25 Agustus 2022. Berikut daftar lulusan tercepat dan IPK tertinggi.


Riset UGM: Berkedok Hadiah Jadi Modus Penipuan Digital Tertinggi di Indonesia

34 hari lalu

Riset UGM: Berkedok Hadiah Jadi Modus Penipuan Digital Tertinggi di Indonesia

Penipuan berkedok hadiah menjadi modus penipuan digital tertinggi di Indonesia. Hal itu dari riset yang dilakukan UGM terhadap 1.700 responden.