Refleksi Kinerja Indosat Ooredoo di Laporan Kinerja 2016

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jumlah pelanggan seluler pada 2016 meningkat sebesar 16 juta pelanggan dibandingkan dengan tahun 2015.

    Jumlah pelanggan seluler pada 2016 meningkat sebesar 16 juta pelanggan dibandingkan dengan tahun 2015.

    INFO NASIONAL - Terdapat tren peningkatan hasil kinerja yang positif oleh perusahaan penyedia jasa telekomunikasi Indosat Ooredoo. Peningkatan ini terefleksi dari laporan kinerja akhir untuk tahun 2016. Laba bersih yang berhasil dibukukan Indosat Ooredoo sebesar Rp 1,1 triliun. Pencapaian ini merupakan peningkatan sebesar 184,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan seluler pada akhir 2016 mencapai 85,7 juta pelanggan, meningkat 16 juta pelanggan dibanding 2015.

    Keberhasilan pencapaian laba bersih positif ini merupakan hasil dari peningkatan operasional, pergerakan mata uang yang stabil, dan utang dalam mata uang asing yang lebih rendah. Indosat Ooredoo mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 9 persen terhadap tahun sebelumnya dengan membukukan pendapatan konsolidasian Rp 29,2 triliun untuk 2016. Catatan EBITDA juga tumbuh 12,1 persen menjadi Rp 12,9 triliun dari Rp 11,5 triliun di 2015 dengan margin EBITDA 44,1 persen. Beban biaya mengalami peningkatan sebesar 3,4 persen menjadi Rp 25,2 triliun dari Rp 24,4 triliun di 2015.

    Pendapatan konsolidasian perusahaan merupakan hasil kontribusi dari bisnis seluler, MIDI, dan telekomunikasi, yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83 persen, 14 persen, dan 3 persen. Pendapatan seluler meningkat 10 persen pada 2016. Peningkatan ini utamanya disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari data, telepon, SMS, dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi.

    Pendapatan MIDI juga meningkat sebesar 10 persen dibanding 2015 yang dihasilkan lewat pertumbuhan bisnis layanan IT yang berasal dari Lintasarta, salah satu anak perusahaan Indosat Ooredoo. Pendapatan dari sektor telekomunikasi tetap turun sebesar 14,3 persen dibanding 2015. Hal ini disebabkan oleh turunnya traffic dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

    Dalam perluasan jaringan telekomunikasi, Indosat Ooredoo mengembangkan secara nasional dengan menambah 5.796 base transceiver station (BTS). Sejumlah 57 persen dari BTS tersebut merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data. Adapun peningkatan pelanggan sebesar 16 juta sebagai hasil dari penawaran paket-paket menarik yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Pertumbuhan jumlah pengguna data mendorong pertumbuhan traffic data sebesar 147,1 persen dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 46,7 persen dibanding tahun sebelumnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.